Bupati Mojokerto Dorong Pelaku Ekraf Cerdas Manfaatkan Kebutuhan Pasar

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 28 Jul 2022 20:36 WIB
Pemkab Mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jakarta -

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta para pelaku ekonomi kreatif cerdas memanfaatkan kebutuhan pasar untuk meningkatkan pemasaran produk kerajinan tangan. Di lain sisi, pemerintah membantu pemasaran melalui even-even besar dan meningkatkan produktivitas.

Pengembangan sektor ekonomi kreatif dengan berbagai produk kerajinan tangan (E Craft) menjadi perhatian Ikfina. Terbukti, ia menggelar pers tour bertajuk Pewarta Mblarah Bareng Diskominfo Kabupaten Mojokerto untuk mengangkat berbagai potensi wisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya.

Hari ini saja, terdapat 5 pengrajin yang dikunjungi. Pertama, R Khan Art Studio milik Masrukhan di Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg. Tempat ini mengolah bambu menjadi termos tumbler, muk, botol wine, tas wanita, serta barang lain yang bernilai seni tinggi.

Banyu Putih Art milik Suliadi di Desa Jerukseger, Kecamatan Gedeg menjadi tujuan kedua. Suliadi memberdayakan emak-emak untuk memproduksi aneka kerajinan berbahan eceng gondok. Mulai dari tatakan piring dan gelas, sandal, topi dan tas wanita, keranjang, hingga kotak tisu dan hampers.

Berikutnya ke rumah Lina Desriana yang menjadi tempat memproduksi batik tulis khas Mojokerto. Galeri Rasu'an Lampahan di Desa/Kecamatan Sooko ini juga menghasilkan batik tulis menggunakan pewarna alami.

Produk sepatu dan tas di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar juga tak kalah menarik. Sebab, produk bermerek Upject ini menggunakan bahan baku dari daur ulang celana jeans. Terakhir ke kerajinan kostum karnaval Trawas Trashion Carnival di Desa/Kecamatan Trawas.

Ikfina menjelaskan masalah pemasaran menjadi hal utama yang harus dipecahkan agar ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto berkembang pesat. Menurutnya, untuk mengatasi persoalan ini, para pelaku ekonomi kreatif harus mampu membaca peluang. Yakni dengan memanfaatkan kebutuhan para konsumen atau pasar.

"Sekarang eranya customize, pasar dulu baru kita buat (produksi). Bukan kita membuat, disupport pelatihan dan segala macam, tapi bingung karena tidak dapat pasar. Sekarang kita balik, pasar ini butuhnya apa, pasar senangnya apa," jelasnya saat berdiskusi dengan para wartawan di Paseban Agung, Desa/Kecamatan Trawas, Kamis (28/7/2022).

Di lain sisi, kata Ikfina, Pemkab Mojokerto mendukung pemasaran produk-produk ekonomi kreatif dengan menggelar even-even besar. Salah satunya Majafest di Kecamatan Trawas Agustus nanti. Pada even tersebut, para perajin difasilitasi untuk memamerkan dan menjual produk unggulan masing-masing.

Selain itu, Majafest juga bakal diisi dengan fashion show batik bermotif Majapahitan yang menggunakan pewarna alami. Ikfina ingin menunjukkan Kabupaten Mojokerto mempunyai batik tulis khas yang ramah lingkungan dengan harga terjangkau. Para pejabat juga akan menjadi peserta fashion show menggunakan batik dan tenun khas Bumi Majapahit.

"Selain produktivitas, customize, kami juga memikirkan lingkungan hidup. Kami tidak ingin pewarna pada barang-barang yang kita hasilkan justru menurunkan kualitas lingkungan hidup," terangnya.

Majafest, kata Ikfina, juga menjadi even untuk memopularkan kuliner khas Mojokerto. Yaitu melalui festival 1.000 layah sambal atau pecel wader. Setelah ditetapkan menjadi kuliner khas Bumi Majapahit, nantinya semua hotel, restoran dan rumah makan wajib menjual menu pecel wader.

"Dispari (Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Mojokerto) harus memastikan masyarakat bisa membudidayakan wader. Kalau sudah terkenal, pengunjung ingin menjadikan oleh-oleh, maka tantangan berikutnya bagaimana pecel wader bisa dibawa pulang," tegasnya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto berharap pers tour ini mampu membuat produk-produk kerajinan tangan di wilayahnya dikenal banyak orang. Tentu saja pemasaran lebih luas dan meningkat menjadi tujuan utamanya.

"Harapan kami E Craft di Kabupaten Mojokerto bisa menasional bahkan mendunia. Ini sesuai dengan teman HUT kemerdekaan RI tahun ini yang mengusung tema 'Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat'. Peran media juga membantu percepatan pemulihan ekonomi," tandasnya.

(akn/ega)