Akhir Agustus Denda Kawasan Tanpa Rokok Surabaya Berlaku, Termasuk Vape

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 10 Agu 2022 20:03 WIB
Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mulai disosialisasikan ke publik. Kali ini sosialisasi dimulai dari kampus-kampus yang berada di Surabaya.
Ilustrasi kawasan tanpa rokok di Surabaya. (Foto: Amir Baihaqi/detikJatim)
Surabaya -

Hingga saat ini Pemkot Surabaya terus melakukan sosialisasi penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Pahlawan. Penerapan denda bagi pelanggan baru akan diterapkan mulai akhir Agustus ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan ada sejumlah tahapan penerapan denda bagi para melanggar. Mulai dari peringatan hingga pemberlakuan denda sesuai peraturan daerah yang ada.

"Dendanya sudah ditetapkan sama teman-teman, cuma ini kami sosialisasikan dulu. Jangan sampai kaget tiba-tiba denda. Insyaallah di awal minggu depan atau akhir bulan kami pastikan denda berjalan. Kalau bisa benar disosialisasikan," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu (10/8/2022).

Selain sosialisasi, Pemkot Surabaya belakangan ini juga melakukan razia. Eri meminta warga untuk saling menghormati sekaligus turut menindak pelanggar dengan cara menegur atau mengingatkan.

"Razia akan kami akan lakukan. Jadi sebenarnya kan, begini. Kalau ada perda kawasan tanpa rokok umpamanya, berarti enggak boleh ada rokok. Kenapa kami harus razia, supaya warga saling menghormati dan warga itu yang kudune (seharusnya) merazia," jelasnya.

Artinya, jangan sampai di kemudian hari sedikit-sedikit warga menyalahkan pemerintah bila ada warga lain yang melanggar aturan kawasan tanpa merokok. Eri menegaskan, warga juga punya kewajiban menjaga Kota Surabaya.

"Jangan ngomong nanti kalau ada warga jalan ada orang rokokan, melanggar, terus bilang pemerintahnya kok diam saja? Ya warga juga harus menjaga kota ini," tegasnya.

Ia meminta kepada warga Surabaya jika menemukan pelanggaran KTR dan tidak berani menegur bisa langsung melaporkan ke Pemkot Surabaya. Sehingga bisa langsung ditegur atau didenda.

Eri juga menegaskan jika larangan ini tak hanya berlaku bagi para perokok, melainkan juga bagi pengguna rokok elektrik atau vape. Sebabnya, kata Eri, baik rokok maupun vape sama-sama mengeluarkan asap yang bisa mengganggu orang lain.

"Sama aja. Rokok itu karena asapnya. Masio vape, ya, ada asapnya. Tidak semua orang suka. Sehingga ini juga sama, berarti dia ada tempat-tempat yang memang dia tidak boleh merokok maupun vape. Jadi saya minta sosialisasi kepada warga, dan warga juga harus ingatkan pada yang lain," ujarnya.



Simak Video "Konser Westlife di Surabaya Obati Rindu Fan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)