Dua Nama Bersaing, Siapa yang Akan Jadi Ketua Demokrat Jatim?

Faiq Azmi - detikJatim
Jumat, 28 Jan 2022 16:44 WIB
Bayu Airlangga dan Emil Elestianto Dardak di musda VI DPD Partai Demokrat Jatim
Emil Dardak dan Bayu Airlangga (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Musda VI DPD Partai Demokrat Jatim mengusulkan dua nama sebagai calon ketua yakni Bayu Airlangga dan Emil Elestianto Dardak. Lalu siapa yang akan menjadi Ketua Demokrat Jatim?

Ketua Organizing Committee (OC) Musda VI Demokrat Jatim, Samwil mengatakan, dua nama yang diusulkan akan melalui tahapan fit and proper test.

"Rencananya fit and proper test di DPP akan dilangsungkan pada Senin 31 Januari mendatang, untuk dua calon yang diusulkan saat Musda kemarin," kata Samwil kepada detikJatim, Jumat (28/1/2022).

Samwil mengungkapkan, kepengurusan DPD Demokrat Jatim terhitung sejak 20 Januari 2022 dinyatakan demisioner. Sebagai pengganti sementara kewenangan DPD PD Jawa Timur diambil alih oleh BPOKK DPP Demokrat.

"Saat ini demisioner dan diambil alih BPOKK DPP Demokrat hingga ada penetapan ketua definitif dari DPP," terangnya.

Menurut anggota Komisi C DPRD Jatim ini, penetapan ketua definitif DPD Demokrat Jatim akan diumumkan DPP 3 hari pasca fit and proper test.

"Jadi awal Februari Insya Allah sudah ada SK penetapan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim definitif," imbuhnya.

Samwil berharap seluruh kader Demokrat Jatim bersabar dan menghormati mekanisme partai. Ia juga meminta kader menghormati keputusan DPP Partai Demokrat terkait siapa yang akan menjadi nahkoda Partai Demokrat Jatim masa bakti 2022-2027.

"Mari sama-sama kita menunggu keputusan Ketum dan Insya Allah seluruh kader Demokrat Jatim akan tegak lurus dengan keputusan Mas AHY," tegasnya.

Sementara Anggota DPRD Jatim asal Fraksi Demokrat Kuswanto mengatakan proses fit and proper test akan diselesaikan oleh internal DPP Partai Demokrat. Ia meminta keputusan DPP tidak diintervensi oleh komentar tokoh masyarakat hingga akademisi.

"Serahkan semua keputusan ke DPP, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. DPP pasti memiliki analisa atau kajian yang ditunjang data akurat, setidaknya ada data hasil survei dan data penunjang lainnya. Bukan hanya berpendapat secara subjektif, apalagi tokoh masyarakat karena tepat atau tidaknya pilihan adalah kader yang sangat paham, utamanya pemegang kedaulatan yaitu DPC, karena semua kesalahan yang menanggung risikonya bila salah memilih adalah kerugian partai dan kader sendiri," bebernya.

Kuswanto mengapresiasi para kader yang bisa menjaga suasana kondusif. Apalagi, pesan Ketum AHY saat sambutan Musda, bahwa tidak boleh sampai ada perpecahanm

"Siapapun yang terpilih tugas pengurus dan kader adalah merealisasi program kerja dari ketua DPD terpilih dan program pemenangan partai, dengan waktu tersisa 2 tahun menuju Pileg dan Pilpres," ungkapnya.

"Butuh kerja keras dari struktur partai, fraksi Demokrat dan seluruh kader, karena pada hakekatnya semua partai mempunyai keinginan yang sama, yaitu menang yang ditandai perolehan kursi legislatif sebanyak mungkin, dan memenangkan kader terbaik yakni Ketum AHY untuk menjadi Presiden," tandasnya.

Diketahui, Musda VI DPD Partai Demokrat Jatim telah usai Kamis (20/1) lalu. Hasil Musda mengusulkan dua nama untuk jadi calon ketua yakni Bayu Airlangga dan Emil Elestianto Dardak.

Bayu Airlangga yang merupakan menantu Mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo mengaku mendapat dukungan 25 DPC Demokrat se-Jatim.

"Alhamdulillah saya mendapat dukungan 25 DPC, dan saya siap menjalani fit and proper test di DPP," katanya.

Sementara Emil Elestianto Dardak, merupakan Wagub Jatim disebut mendapat dukungan 13 DPC dan satu dukungan DPD. Emil mengapresiasi pelaksanaan fit and proper test oleh DPP.

"Jadi saya kira proses fit and proper test yang dipakai sebagai patokan ini bagus. Ke depan, partai tidak hanya melihat kuantitas tapi kualitas," tandasnya.



Simak Video "Singgung Politik Identitas, AHY Minta Kadernya Kedepankan Akal Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)