Disebut Mengandung 'Harta Karun' Lithium, Siapa Pemilik Lumpur Sidoarjo?

Suparno - detikJatim
Senin, 24 Jan 2022 22:36 WIB
lumpur sidoarjo
Lumpur Sidoarjo (Foto: Suparno/detikcom)
Sidaorjo -

Semburan Lumpur Sidoarjo di Porong, ternyata mengandung 'harta karun'. Kandungan yang dimaksud adalah lithium yang mempunyai manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Lalu siapa pemilik lokasi area terdampak lumpur Sidoarjo itu?

Staf humas PT Minarak Brastas, Ifan mengaku area semburan lumpur Sidoarjo yang masuk di dalam peta terdampak merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Sebab area terdampak lumpur itu telah dijadikan jaminan pinjaman ke pemerintah pusat sejak 2016.

"Lokasi semburan utama dan lokasi dalam areal peta terdampak merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Sejak tahun 2016 lokasi tersebut dijadikan jaminan pinjaman ke pemerintah," kata Ifan melalui telepon selulernya, Senin (24/1/2022).

Sementara Jhoni salah satu korban lumpur Sidoarjo berpendapat lokasi area terdampak lumpur itu sebenarnya dimiliki oleh tiga pihak. Ketiganya yakni warga yang belum mendapat ganti rugi, PT Minarak Brantas dan pemerintah pusat.

"Pandangan kami bahwa tanah tersebut milik tiga pihak, yang pertama milik warga yang belum terbayar. Pihak kedua masih milik Minarak Brantas dan yang ketiga milik pemerintah pusat. Karena lokasi di dalam areal peta terdampak sebagai jaminan utang dari Minarak Brastas ke pemerintah pusat," terang Jhony.

Baca juga: ITS Harap Kandungan Lithium di Lumpur Sidoarjo Bisa Ditindaklanjuti

Adanya kabar bahwa lumpur Sidoarjo itu mengandung 'harta karun' lithium, lanjut Jhoni, merupakan kabar gembira. Sebab dengan begitu kandungan lithium bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan PT Minarak Brantas untuk menuntaskan utang ke warga terdampak yang belum terbayar.

"Kami percaya ada kandungan tersebut, kami berharap proses ganti rugi segera diselesaikan," tandas Jhoni.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM menemukan fakta baru. Di dalam lumpur tersebut, ditemukan kandungan rare earth element atau logam tanah jarang (LTJ).

Kandungan ini bisa dimanfaatkan untuk sejumlah industri. Mulai industri telekomunikasi, industri komputer, bahan pembuatan baterai kendaraan listrik dan nuklir.

Sebelumnya, riset soal potensi lumpur Sidoarjo pernah dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Hasilnya, tim terpadu riset mandiri (TTRM) menemukan kandungan lithium dalam lumpur Sidoarjo.



Simak Video "Menteri ESDM Arifin Tasrif ke KPK, Bahas Apa? "
[Gambas:Video 20detik]
(abq/fat)