Hore! Museum Keraton Solo Kembali Dibuka untuk Wisatawan

Hore! Museum Keraton Solo Kembali Dibuka untuk Wisatawan

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Jumat, 20 Feb 2026 14:13 WIB
Museum Keraton Solo sempat ditutup cukup lama karena sedang direvitalisasi.
Ilustrasi Keraton Solo. Foto: (Surakarta.go.id)
Solo -

Paku Buwono XIV Mangkubumi menyebutkan museum Keraton Solo sudah kembali dibuka pascarevitalisasi. Wisatawan kini sudah bisa berkunjung dan memasuki museum di jam operasional.

Dia mengatakan, pembukaan museum sudah dilakukan sejak Rabu (18/2). Namun pada hari perdana pembukaan, masih ada pekerja yang harus dirampungkan yaitu melakukan pembersihan.

"Sudah dibuka, untuk aktivitas wisatawan yang banyak menanyakan ingin melihat koleksi di museum Keraton. Dibuka sejak Rabu, tapi dibarengi dengan bersih-bersih. Karena tertutup lama, akhirnya menjadi kotor di atapnya," kata PB XIV Mangkubumi, kepada awak media di Masjid Al-Fatih Kepatihan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahap pertama rehabilitasi dari BPK sudah selesai, tinggal menunggu tahap kedua pembenahan di ruang berikutnya," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Masyarakat sudah bisa mengunjungi areal museum, hingga pelantaran Panggung Sanggabuwono. Dengan waktu operasional pukul 09.00-15.00 WIB.

"Bisa semua (dikunjungi). Sudah, sudah bisa diakses semua (Panggung Sanggabuwana), sampai masuk pelatarannya," ujarnya.

Meski demikian, Dia mengatakan untuk koleksi museum masih sama. Pihaknya berharap ada koleksi baru di museum agar lebih bagus.

Dihubungi terpisah, Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan meski museum sudah dibuka, namun masih ada renovasi lanjutan. Seperti pada bagian plafon agar tampak bersih.

"Itu hasil pengecatan tahun 2017 dulu dibawah standar. Akibatnya ngelotok. Sekarang sudah dibuka, tapi karena ini Jumat (tutup). 95 persen sudah bisa diakses," kata Eddy.

Eddy mengatakan, sedianya museum akan dibuka saat libur panjang tahun baru Imlek. Namun karena sejumlah fasilitas belum siap, sehingga diundur.

"Hari pertama (dibuka) sekitar 130 pengunjung, hari kedua kurang lebih sama. Kebersihan dan kenyamanan kita pikirkan, dan menyambut wisatawan," pungkasnya.




(alg/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads