Sejuknya Tirta Sela Baturraden, Air Terjun dari Celah Bebatuan Gunung Slamet

Anang Firmansyah - detikJateng
Minggu, 11 Jan 2026 11:21 WIB
Panorama Curug Tirta Sela di kawasan wana wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (10/1/2025). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng.
Banyumas -

Di balik rimbunnya hutan damar dan pinus di lereng Gunung Slamet, tersimpan sebuah air terjun yang tak lazim. Namanya Curug Tirta Sela, destinasi yang dulu hanya dikenal warga sekitar sebagai Curug Teng Tung, kini menjelma menjadi magnet baru wisata alam Banyumas.

Curug Tirta Sela berada di Dusun II, Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, sekitar 14-15 kilometer dari pusat Kota Purwokerto.

Tak seperti curug pada umumnya yang mengalir dari tebing tinggi, air di Tirta Sela justru menyembur dari sela-sela batu besar. Dari celah-celah itu, air bening keluar tanpa henti, seolah memancar langsung dari perut gunung.

"Dulu namanya Curug Teng Tung dan belum ada akses jalan ke sana. Belum dikelola secara optimal seperti sekarang. Baru pada 2019 kami mulai membangun akses dan mengelolanya hingga jadi seperti sekarang," ujar Asisten Manager PT Palawi Risorsis, Yudi Priono, saat ditemui wartawan, Sabtu (10/1/2026).

Panorama Curug Tirta Sela di kawasan wana wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (10/1/2025). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Nama Tirta Sela sendiri bukan sekadar tempelan. Yudi menjelaskan, tirta berarti air, sedangkan sela berarti celah batu.

"Curug ini sangat unik karena airnya keluar dari sela-sela batu. Lokasinya berada di lereng Gunung Slamet, jadi nama Tirta Sela itu memang merujuk pada karakter air terjunnya," katanya.

Menariknya lagi, karakter air terjun ini berubah mengikuti musim. Saat kemarau, air tetap mengalir stabil dari sela batu dengan ketinggian sekitar 15 meter. Namun ketika musim hujan tiba, aliran air justru berpindah ke bagian atas tebing.

"Kalau kemarau airnya keluar dari sela batu dan debitnya stabil. Tapi saat musim hujan, air keluar dari atas dengan debit lebih besar, tingginya bisa sampai 30 meter," jelas Yudi.

Untuk mencapai Curug Tirta Sela, pengunjung harus masuk melalui pintu Wana Wisata Baturraden, kemudian memarkir kendaraan di halaman Hotel Bobocabin. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit menuruni anak tangga di tengah hutan damar dan pinus yang masih sangat asri.

Tarif masuk Wana Wisata Baturraden dipatok Rp 20 ribu pada hari biasa dan Rp 25 ribu saat akhir pekan. Sementara tiket khusus menuju Curug Tirta Sela sebesar Rp 15 ribu per orang.

Meski harus sedikit berkeringat, pemandangan yang menanti di bawah seolah membayar lunas setiap langkah. Deru air yang keluar dari sela-sela batu, udara sejuk pegunungan, serta nuansa alami tanpa polusi visual menjadi kombinasi yang pas untuk melepas penat.

Karena masih mengusung konsep wisata alam, di sekitar curug belum tersedia warung. Pengunjung disarankan membawa bekal sendiri, sekaligus wajib menjaga kebersihan lingkungan.

"Lokasinya masih sangat asri, jadi kami tekankan pengunjung wajib menjaga kebersihan. Akan ada sanksi jika ada yang ketahuan mengotori lingkungan," tegas Yudi.

Panorama Curug Tirta Sela di kawasan wana wisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Sabtu (10/1/2025). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng

Salah satu wisatawan asal Cilacap, Hening, mengaku terkesan saat pertama kali menginjakkan kaki di lokasi tersebut.

"Lokasinya ini bagus banget. Walaupun harus jalan kaki dulu, tapi terbayar sama pemandangannya. Udaranya juga sejuk banget," tutur Hening.

Ia menyebut Curug Tirta Sela memiliki karakter yang tak ia temui di air terjun lain.

"Baru pertama ke sini dan beda sama curug lainnya, soalnya air terjunnya keluar dari bawah batu. Airnya juga segar, enak buat healing," kata dia.



Simak Video "Berfoto Menarik di Bawah Bunga Sakura di Banyumas, Jawa Tengah"

(apl/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork