Kabupaten Kuningan menyimpan banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya curug atau air terjun yang tersebar di sejumlah kawasan dengan karakter berbeda.
Wisatawan dapat menemukan curug dengan ketinggian puluhan meter, kolam jernih, jalur treking, hingga panorama hutan Gunung Ciremai. Berikut delapan curug di Kabupaten Kuningan yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu liburan.
1. Curug Landung
Curug Landung menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Kuningan yang menawarkan panorama air terjun di tengah kawasan pegunungan. Air terjun setinggi sekitar 30 meter itu berada di kawasan perbukitan yang masih asri dengan vegetasi yang rimbun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana teduh dan udara sejuk membuat perjalanan menuju Curug Landung terasa menyegarkan. Dari pintu masuk, pengunjung harus menuruni puluhan anak tangga untuk mencapai lokasi air terjun.
Curug Landung Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
Jalur tersebut sudah dilengkapi pagar pengaman sehingga relatif aman dilalui. Setelah berjalan sekitar delapan menit, pengunjung mulai mendengar suara aliran air hingga akhirnya tiba di area curug.
Bebatuan besar di sekitar air terjun dapat menjadi tempat untuk bersantai dan berfoto. Sementara itu, kolam dangkal di bawah curug kerap dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air.
Pengelola Curug Landung, Toto mengatakan pihaknya telah menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, seperti toilet, tempat salat, area permainan, dan spot foto. Tiket masuk dibanderol Rp20 ribu per orang dan sudah termasuk biaya parkir.
Curug Landung berlokasi di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dan buka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB.
Dari Kota Cirebon, wisatawan dapat menuju Jalan Raya Cirebon-Kuningan, kemudian mengambil arah Jalan Cirendang, Jalan Cipari, dan Jalan Cigugur-Palutungan. Pengunjung selanjutnya dapat mengikuti papan penunjuk arah menuju Curug Landung hingga tiba di lokasi.
Air panas Lembah Cilengkrang Foto: Fahmi Labibinajib |
2. Curug Cilengkrang
Curug Cilengkrang berada di Lembah Cilengkrang, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus berjalan kaki atau hiking sejauh 2,3 kilometer dari pintu masuk dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.
Perjalanan menuju curug menjadi bagian dari pengalaman wisata. Pengunjung akan melewati hutan Gunung Ciremai yang lebat, beragam tumbuhan, serta pemandangan perbukitan Gunung Ciremai.
Jika beruntung, pengunjung juga dapat melihat sejumlah satwa, seperti elang jawa, lutung, monyet, dan surili.
Sebelum tiba di curug, pengunjung akan melewati aliran sungai yang jernih dan deras di Lembah Cilengkrang. Setelah itu, terdapat kolam air panas alami yang dapat menjadi tempat untuk berendam sambil menikmati suasana lembah.
Dari kolam air panas, pengunjung masih harus melewati bebatuan untuk mencapai area Curug Cilengkrang.
Curug ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Airnya mengalir melalui sela-sela bebatuan dan pepohonan yang rindang. Namun, pengunjung tidak diperkenankan mandi atau bermain air di kolam curug karena arusnya cukup deras dan terdapat banyak batuan kecil yang tajam.
Tiket masuk Curug Cilengkrang sebesar Rp20.000 pada Senin-Jumat dan Rp25.000 pada Sabtu-Minggu atau hari libur. Curug ini buka pukul 08.00-16.00 WIB.
Curug Putri Palutungan di Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
3. Curug Putri Palutungan
Curug Putri Palutungan berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Dari kawasan Objek Wisata Bumi Perkemahan Palutungan, pengunjung dapat menuruni tangga untuk menuju area curug.
Perjalanan menuju air terjun menawarkan panorama hutan pinus yang lebat. Udara yang sejuk dan suasana asri juga menemani pengunjung sepanjang perjalanan.
Sebelum mencapai curug, pengunjung akan menemukan aliran sungai yang jernih. Sebuah jembatan berdiri tepat di atas sungai dan dapat menjadi lokasi untuk berfoto dengan latar belakang air terjun.
Setelah melewati jembatan, pengunjung dapat menikmati percikan air yang jatuh dari ketinggian sekitar 20 meter. Kolam di bawah curug juga tidak terlalu dalam sehingga pengunjung dapat menginjakkan kaki di dalam air.
Deretan bebatuan di sekitar kolam dapat menjadi tempat duduk untuk menikmati suasana Curug Putri Palutungan.
Tiket masuk Curug Putri Palutungan sebesar Rp20.000 pada Senin-Jumat. Sementara itu, tiket pada Sabtu-Minggu atau hari libur sebesar Rp25.000.
Curug Bangkong, Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib |
4. Curug Bangkong
Curug Bangkong berada di Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan. Dari pintu masuk wisata, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 300 meter untuk mencapai lokasi curug.
Perjalanan tersebut menawarkan pemandangan aliran sungai yang jernih, hamparan sawah, pepohonan hijau, serta udara yang sejuk. Jalan menuju curug juga sudah diplester sehingga pengunjung dapat berjalan dengan lebih nyaman.
Sebelum mencapai curug, pengunjung akan melewati deretan pedagang, area kolam renang, tempat karaoke, dan gazebo. Beberapa meter setelah melewati fasilitas tersebut, suara deras air yang jatuh dari ketinggian mulai terdengar.
Arus air yang cukup deras membuat pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke kolam curug. Namun, pengunjung tetap dapat duduk santai di depan air terjun sambil menikmati suasana yang sejuk.
Area sekitar curug juga menyediakan berbagai spot foto. Fasilitas lain yang tersedia meliputi musala, toilet, dan tempat duduk yang menghadap langsung ke area curug.
Tiket masuk Curug Bangkong sebesar Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Curug ini buka pukul 08.00-16.00 WIB.
Wisata Bumi Perkemahan Ipukan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
5. Curug Cisurian
Curug Cisurian berada di kawasan wisata alam Ipukan, Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Dari pintu masuk objek wisata Ipukan, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 20 menit untuk mencapai area curug. Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menikmati pemandangan perbukitan Gunung Ciremai, aliran sungai yang jernih, serta deretan pohon pinus yang rindang.
Udara sejuk juga menemani perjalanan menuju Curug Cisurian.
Setelah melewati pintu masuk kayu bertuliskan Curug Cisurian, pengunjung akan melihat aliran sungai yang bermuara di area kolam curug. Percikan air yang jatuh dari atas langsung menyambut pengunjung saat memasuki kawasan kolam.
Di lokasi tersebut, pengunjung dapat bermain air atau duduk santai sambil menikmati suasana curug.
Tidak jauh dari Curug Cisurian, terdapat Curug Payung yang juga menawarkan panorama alam. Pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp20.000 untuk menikmati kedua curug tersebut.
Curug Cisurian buka pukul 08.00-17.00 WIB.
Suasana keasrian di curug Sidomba. Alternatif lokasi wisata alam murah di Kuningan. Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
6. Curug Sidomba
Curug Sidomba berada di objek wisata Sidomba, Desa Peusing, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Karena berada di dataran rendah, pengunjung harus melewati sejumlah anak tangga menurun untuk mencapai area curug.
Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menikmati panorama hutan Gunung Ciremai yang lebat. Sejumlah tempat duduk dan gazebo tersedia di sekitar tangga sehingga pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati udara yang sejuk.
Dari area tangga, pengunjung juga dapat melihat aliran air curug yang deras dan jernih.
Setelah melewati tangga, pengunjung akan menemukan aliran air yang melewati celah bebatuan sungai. Sebuah gazebo berdiri tepat di atas aliran sungai dan dapat menjadi tempat untuk duduk santai.
Curug Sidomba berada di bagian ujung sungai. Meski tidak terlalu tinggi, curug ini menawarkan suasana yang menyegarkan.
Untuk menikmati Curug Sidomba, pengunjung perlu membayar tiket masuk Rp15.000 dan biaya parkir Rp4.000. Tiket tersebut sudah termasuk akses ke kawasan wisata Bumi Perkemahan Sidomba.
Curug Sidomba buka pukul 08.00-16.00 WIB.
Suasana segar Curug Gongseng dan mata air Cikahuripan Desa Wisata Cibuntu Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib |
7. Curug Gongseng
Curug Gongseng berada di Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Lokasinya berada di atas bukit yang dikelilingi tebing batu berukuran besar.
Dari pintu masuk objek wisata Cibuntu, pengunjung harus berjalan kaki dan menaiki tangga untuk mencapai curug. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati rerumputan dan pepohonan yang rindang.
Setelah itu, pengunjung menaiki tangga yang diapit tebing batu. Pegangan tangan tersedia di sisi kanan dan kiri tangga untuk membantu pengunjung berjalan. Beberapa tempat duduk dan gazebo juga tersedia di sepanjang jalur.
Sebelum tiba di kolam curug, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan dan hijaunya hutan Gunung Ciremai. Pepohonan yang mengelilingi kawasan curug membuat suasana terasa sejuk.
Suara air yang jatuh dari ketinggian sekitar 15 meter mulai terdengar ketika pengunjung memasuki area kolam. Air Curug Gongseng mengalir di antara sela-sela batu tebing.
Meski kolam curug tidak terlalu luas, pengunjung dapat duduk santai di sekitar area tersebut sambil menikmati aliran air yang jernih.
Tiket masuk Curug Gongseng sebesar Rp15.000. Curug ini buka pukul 08.00-16.00 WIB.
Suasana tempat wisata alam Curug Talaga Pancar Cikajayaan Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib |
8. Curug Talaga Pancar
Curug Talaga Pancar Cikajayaan berada di Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
Sebelum mencapai area curug, pengunjung akan menemukan Balong Kambang yang memiliki gapura bergaya Bali. Balong tersebut memiliki air yang jernih dan menjadi habitat ikan legendaris Kuningan, yakni Ikan Dewa.
Setelah melewati Balong Kambang, pengunjung dapat menuju area Curug Talaga Pancar dengan menaiki bukit. Berbeda dengan sejumlah curug lainnya, pengunjung dapat mencapai lokasi curug menggunakan kendaraan.
Suasana sejuk langsung terasa ketika memasuki kawasan curug. Air mengalir melalui celah bebatuan yang berada di antara pepohonan rindang.
Kolam curug memiliki air yang jernih dan tidak terlalu dalam. Karena itu, pengunjung diperbolehkan berenang di sekitar kolam curug.
Tidak jauh dari lokasi air terjun, tersedia tempat duduk, gazebo, dan musala. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan untuk menikmati pesona Curug Talaga Pancar.








