Eks Tambang Mangan Kliripan Kulon Progo Disulap Jadi Geoheritage

Eks Tambang Mangan Kliripan Kulon Progo Disulap Jadi Geoheritage

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Kamis, 29 Sep 2022 15:56 WIB
Sukiman menunjukkan bekas lubang pertambangan mangan di Kliripan, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, Kamis (29/9/2022).
Papan infomrasi bekas lubang pertambangan mangan di Kliripan, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo, Kamis (29/9/2022). Foto: Jalu Rahman Dewantara / detikJateng
Kulon Progo -

Eks Tambang Mangan di Dusun Kliripan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bangkit lagi. Bukan sebagai kawasan pertambangan melainkan destinasi wisata sejarah.

Hal ini menyusul ditetapkannya Kliripan sebagai salah satu warisan geologi atau geoheritage di DIY oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2021 lalu. Langkah ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 13.K/HK.1/MEM.G/2021 tentang Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) DIY.

"Iya, berhubung Kliripan sudah ditetapkan jadi warisan geoheritage, kami memang berencana mengembangkan ini sebagai wisata minat khusus," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, Kamis (29/9/2022).


Nantinya Kliripan bakal disulap menjadi wisata minat khusus sekaligus wisata edukasi bagi akademisi yang ingin belajar soal teknologi pertambangan di sana. Untuk merealisasikan hal tersebut, Dispar Kulon Progo telah menyiapkan masterplan pengembangan kawasan tambang mangan di Kliripan.

"Tahun 2022 ini kami fokus masterplan dan kajian sejarah. Konsep pengembangannya kolaboratif, dengan menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan masyarakat sekitar," jelas Joko.

Eks Tambang Mangan Kliripan Kulon Progo, Kamis (29/9/2022)Eks Tambang Mangan Kliripan Kulon Progo, Kamis (29/9/2022) Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng

Pengumpulan catatan sejarah tambang mangan di Kliripan juga menjadi salah satu upaya yang sedang dilakukan. Jika kajian sejarah tambang mangan Kliripan sudah siap, upaya lainnya dilakukan dengan mengakuisisi sejumlah lahan yang dinilai perlu untuk pengembangan geoheritage Kliripan ini.

"Selanjutnya akan kita restorasi. Kita percantik dan membangun infrastruktur penunjang di sana. Untuk target kemungkinannya sekitar tiga sampai lima tahun mendatang sudah bisa jadi," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kliripan, Sri Widodo mengatakan upaya pengembangan Kliripan sebagai wisata sejarah dilakukan secara bergotong-royong. Dari pihak warga menginisiasi fasilitas penunjang wisata serta mengumpulkan sisa-sisa benda bersejarah terkait Tambang Kliripan untuk dijadikan museum.

Barang dan dokumen sejarah ini bisa dilihat di Rumah Arsip Kliripan yang terletak tak jauh dari lokasi eks tambang tersebut.

"Fasilitas yang ada sebenarnya kita memang baru taraf rintisan, artinya kita menginventarisasi benda-benda dan tempat cagar budaya karena ada yang berserakan ada yang di rumah penduduk. Kalau kemudian sarpras yang ada saat ini bagaimana agar ada pergerakan dari masyarakat," ujarnya.

Untuk menyemarakkan eks tambang Kliripan, warga rutin menggelar event budaya. Salah satunya adalah Gagrak Mataram yang dihelat setiap akhir pekan.

"Kita adakan kegiatan seperti Gagrak Mataram, buat mengajak masyarakat aktif berbudaya sembari mempromosikan wisata minat khusus. ini Selebihnya masih sangat minim," ujarnya.



Simak Video "Menelusuri Gang Gendruwo di Kulon Progo yang Diselimuti Cerita Horor"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/sip)