Desa Bugisan Dipoles Jadi Ekosistem Destinasi Super Prioritas Borobudur

Desa Bugisan Dipoles Jadi Ekosistem Destinasi Super Prioritas Borobudur

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Jumat, 01 Jul 2022 17:39 WIB
Sandiaga Uno di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jumat (1/7/2022).
Sandiaga Uno di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jumat (1/7/2022). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah yang mendapat Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 masuk menjadi bagian ekosistem pengembangan kawasan wisata super prioritas Borobudur. Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno usai penyerahan ADWI Desa Bugisan.

"Kita bersiap karena ini (Desa Bugisan) masuk ekosistem pengembangan kawasan destinasi super prioritas Borobudur. Kita pastikan 20 juta yang datang ke Borobudur juga melambung ke Klaten mengunjungi Desa Bugisan," kata Sandiaga Uno kepada wartawan, Jumat (1/7/2022).

Dijelaskan Sandiaga, dari 3.500 desa di Indonesia, Desa Bugisan masuk 50 desa terpilih karena punya kelebihan. Di antaranya karena banyak UKM, potensi seni musik dan kearifan lokal lainnya.


"Kami lihat juga beberapa kearifan di sini, ada bank sampah, ada juga tadi disampaikan ratusan orang datang ke sini tiap minggu. Juga ada festival," jelasnya.

Desa Bugisan, terang Sandiaga, bisa menjadi percontohan penciptaan lapangan kerja baru berbasis komunitas pedesaan. Sehingga kekuatan masyarakat bangkit pascapandemi bisa diwujudkan.

"Kekuatan masyarakat bangkit pascapandemi bisa diwujudkan. Dan target 2024 penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru bisa berkualitas," sambungnya.

Ditambahkan Sandiaga, di Bugisan ada wisata berbasis heritage karena ada Candi Plaosan sebagai ikon. Candi itu sama tuanya dengan Borobudur yang bisa jadi alternatif.

"Kemarin ribut sekali naik Borobudur Rp 750.000, ini (Candi Plaosan) sama tuanya 1.200 tahun yang lalu, 800 Masehi tapi relatif bisa dikunjungi. Dan ini merupakan alternatif," ujarnya.

Sandiaga menambahkan, akan dikembangkan travel ke Plaosan dari Borobudur. Apalagi jarak tidak terlalu jauh dan sama-sama memiliki kearifan lokal.

"Karena tidak terlalu jauh, umur sama dan juga menampilkan kearifan lokal. Jadi ini (Candi Plaosan) merupakan alternatif," tutur Sandiaga.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan di Klaten ada 391 desa. Semua desa sudah membentuk BUMDes untuk menunjang wisata.

"391 desa sudah semua membentuk BUMDes dan mayoritas fokus ke wisata desa. Nanti Pak Menteri bisa mengunjungi Umbul Ponggok, Umbul Brondong dan lainnya," kata Mulyani di kesempatan yang sama.



Simak Video "Sandiaga Uno Harap Penataan Candi Borobudur Bisa Tarik 20 Juta Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ams)