Naik ke Candi Plaosan-Sojiwan Klaten Jangan Lupa Copot Sepatu Ya!

Naik ke Candi Plaosan-Sojiwan Klaten Jangan Lupa Copot Sepatu Ya!

Achmad Hussein Syauqi - detikJateng
Rabu, 15 Jun 2022 16:50 WIB
Candi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten
Candi Plaosan Lor di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten (Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng )
Klaten -

Pengunjung Candi Plaosan dan Sojiwan di Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah siap-siap untuk mencopot sepatu ketika naik di area candi. Kini ada kebijakan untuk melepas sepatu ke area mandapa maupun di area candi induk.

Pantauan detikJateng di lokasi, pengunjung Candi Plaosan masih sepi. Hampir satu jam di lokasi hanya terlihat empat pengunjung keluar dan dua pengunjung masuk.

Di tangga menuju mandapa di sisi utara candi induk, terdapat papan tulisan imbauan melepas alas kaki. Di candi induk, pengunjung hanya bisa melihat dan tidak bisa masuk.

"Kami ada beberapa kebijakan baru (di Plaosan). Kalau mau naik ke mandapa sebaiknya sepatu dilepas, candi induk rencananya juga begitu," jelas Pamong Budaya Ahli Muda BPCB Jateng di Candi Plaosan, Wardiyah kepada detikJateng di kantornya, Rabu (15/6/2022).


Wardiyah mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan sejak awal tahun ini. Kebijakan itu untuk mengurangi gesekan pada batu candi.

"Karena memang gesekan pada sepatu, lambat laun akan berpengaruh pada batu. Sebenarnya sejak awal tahun tapi karena masih masa pandemi dan sempat ditutup jadi mungkin tidak terlalu terasa," sambung Wardiyah.

Wardiyah mengatakan tak semua pengunjung yang memakai sandal juga akan diperbolehkan memasuki area candi. Pihaknya juga akan melihat jenis sandal yang digunakan pengunjung.

"Kalau sendal kita juga lihat dulu seperti apa, kalau berhak tinggi ya sama dengan sepatu. Kami sedang mencari solusi terbaik," sambung Wardiyah.

Dia menyebut kebijakan ini ditengarai tidak akan mempengaruhi kunjungan pada candi induk. Sebab, area candi itu tertutup.

"Kalau mandapa memang siang hari jarang ada yang naik karena panas. Tapi kalau sore kan enak, tapi sejauh ini belum ada komplain, " imbuh Wardiyah.

Kebijakan itu, lanjut Wardiyah, untuk sementara bersifat imbauan tetapi selama ini nyatanya ditaati dan tidak ada protes. Kebijakan itu juga diberlakukan sama di Candi Sojiwan.

"Sama, di unit Candi Sojiwan pemberlakuannya sama. Di sana (Sojiwan) candi induknya cuma satu, jadi kebijakan sama," ucap Wardiyah.

Dia menambahkan dari catatannya, kunjungan ke Candi Plaosan dan Sojiwan mulai mengalir meski belum ramai. Dia menerangkan pengunjung belum diizinkan masuk ke kawasan candi induk di Plaosan maupun Sojiwan.

"Untuk candi induk (Plaosan dan Sojiwan) sampai saat ini belum diizinkan masuk kecuali orang tertentu dengan izin khusus, tapi untuk berwisata silahkan datang," tambah Wardiyah.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Klaten, Sri Nugroho mengatakan wisata candi sudah dibuka sejak Klaten menerapkan PPKM level 2.

"Sudah semua buka tapi dengan pembatasan. Hal itu untuk antisipasi jangan COVID muncul lagi," kata Nugroho kepada detikJateng.



Simak Video "Kemeriahan Tradisi Berburu Apem Yaqowiyu di Klaten"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ahr)