Kuota Naik Candi Borobudur Terbatas, Menteri Basuki: Harus Daftar Online

Tim detikNews - detikJateng
Selasa, 14 Jun 2022 13:57 WIB
Rombongan delegasi G20 naik ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang. Mereka tampak memakai sandal upanat.
Rombongan delegasi G20 naik ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang beberapa waktu lalu. Mereka tampak memakai sandal upanat. Foto: Eko Susanto
Solo -

Pemerintah dipastikan tidak akan menaikkan tarif masuk ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Meski begitu, pembatasan kuota untuk wisatawan yang naik ke candi tetap akan diberlakukan.

Adapun kuota untuk naik ke Candi Borobudur dibatasi 1.200 orang per harinya. Wisatawan yang akan naik juga harus memenuhi beberapa persyaratan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2022).


Basuki mengatakan keputusan rapat yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyatakan tidak ada kenaikan tarif masuk Candi Borobudur. Namun, kuota pengunjung yang hendak naik ke atas candi akan dibatasi.

"Tadi Pak Luhut sudah ngasih tahu belum? Arahnya Pak presiden, tapi ini nggak tahu saya berwenang atau nggak karena itu kan Pak Luhut. Jadi intinya, tidak ada kenaikan tarif Rp 750 ribu, masih pelajar SMA ke bawah itu Rp 5 ribu. Tapi dibatasi kuota untuk naik ke atas," kata Basuki usai rapat seperti dikutip dari detikNews.

Menurutnya, pemerintah juga sudah menetapkan jumlah kuota tersebut. Demikian pula dengan sistem yang akan diterapkan untuk pembatasan itu.

"Tapi intinya tarif tetap, siswa pelajar tetap Rp 5 ribu tapi kuota untuk naik ke candi itu dibatasi, mungkin 1.200 (orang). Jadi harus daftar online," ujarnya.

Basuki mengatakan pengunjung yang hendak naik ke atas candi juga harus didampingi tour guide. Pengunjung juga harus memakai alas kaki yang disediakan untuk naik ke candi.

"Tetap harus memakai guide dan juga ada kaki disediakan nggak boleh pakai sepatu, karena itu mengikis batuan. Jadi memang disediakan alas kaki untuk naik ke atas," ujarnya.



Simak Video "Rahasia Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)