Heboh Tarif Nuthuk Gumuk Pasir Bantul, Bupati Siapkan Sanksi

Heboh Tarif Nuthuk Gumuk Pasir Bantul, Bupati Siapkan Sanksi

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Selasa, 31 Mei 2022 15:28 WIB
Wisatawan menggunakan kendaraan ATV roda empat menjelajahi objek wisata Gumuk Pasir di Bantul, Yogyakarta, RAbu (4/5/2022). Gumuk Pasir yang berada di pesisir selatan Yogyakarta tersebut merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Kabupaten Bantul.
Wisatawan menggunakan kendaraan ATV roda empat menjelajahi objek wisata Gumuk Pasir di Bantul, Yogyakarta, Rabu (4/5/2022). Foto: Pius Erlangga
Bantul -

Sebuah video yang menunjukkan seorang ibu-ibu meminta uang Rp 100 ribu untuk masuk ke kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Bantul viral. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih minta jajarannya turun tangan.

Menurut Halim, warga tidak boleh memberlakukan tarif seenaknya meski objek wisata itu berada di lahan pribadinya.

"Apakah pungutannya itu masuk akal apa tidak, ini kan harus kita lihat satu persatu. Jadi walaupun itu milik pribadi harus mengikuti ketentuan, ora bisa sak karepe dewe (tidak bisa seenaknya saja)," kata Halim kepada wartawan di Kabupaten Bantul, Selasa (31/5/2022).


Dia menyebut Dinas Pariwisata sudah memiliki standar tarif masuk ke objek wisata. Warga yang mengelola tempat wisata diminta untuk mengikuti standar tersebut dan memenuhi persyaratan legalitasnya.

"Namanya pariwisata itu ada standar tarif. Kalau kita bicara soal besaran tarif belum legalitasnya. Jadi tidak semua hal milik pribadi bebas dikelola semaunya sendiri itu tidak. Semuanya itu pakai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Terkait tindak lanjut, Halim telah memerintahkan Dinas Pariwisata untuk melakukan investigasi di lapangan. Jika benar apa yang dilakukan oknum pengelola gumuk pasir melanggar peraturan maka pihaknya bisa memberikan sanksi.

Menurut Halim, selain masalah status kepemilikan lahan, Dinas Pariwisata juga diminta untuk mengecek izin usaha pariwisata di lokasi itu.

"Pasti (ada sanksi jika terbukti melanggar aturan), ya walaupun sanksi bisa teguran, pembinaan ya," kata Halim.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan adanya wisatawan yang dimintai tarif Rp 100 ribu untuk masuk ke Gumuk Pasir Parangtritis viral.

Video itu diunggah di beberapa akun viral di Instagram yang bersumber dari akun dwi***. Dalam video berdurasi pendek itu terdengar perekam video menanyakan mahalnya tarif masuk ke gumuk pasir.

"Kon (disuruh) bayar Rp 100 ribu padahal kita kerep ndene (sering ke sini) dan bayar parkir," kata pria perekam video tersebut.

Sementara itu, ibu-ibu yang menarik tarif itu tampak membawa segenggam kertas mirip karcis. Ibu-ibu yang memakai jilbab warna merah bermotif kembang itu menyebut tarif Rp 100 ribu itu karena gumuk pasir berada di pinggir jalan menuju Pantai Parangtritis berada di tanah pribadi.

"Soalnya lokasi yang ini punya pribadi punya hak milik, kalau di sana (gumuk pasir sebelahnya) milik Sultan Ground," jawab ibu-ibu tersebut.



Simak Video "Liburan Seru, Mengunjungi Perbukitan yang Berpasir, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ams)