Fadly Alberto Terancam Sanksi Berat Buntut Tendangan Kungfu

Fadly Alberto Terancam Sanksi Berat Buntut Tendangan Kungfu

Prihatnomo - detikJateng
Senin, 20 Apr 2026 14:38 WIB
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Fadly Alberto terancam sanksi berat usai aksi brutalnya melakukan tendangan kungfu pemain Dewa United.
Pemain muda Bhayangkara FC, Fadly Alberto. Foto: Dok. IG Bhayangkara FC.
Semarang -

Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Fadly Alberto terancam sanksi berat usai aksi brutalnya melakukan tendangan kungfu pemain Dewa United. Aksi pemain yang akrab disapa Beto itu terjadi saat kompetisi sepak bola usia muda Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).

Exco PSSI, Kairul Anwar mengatakan, kompetisi usia muda seharusnya menjadi ajang pembinaan pemain masa depan. Kairul menyebut Fadly Alberto atau Beto terancam sanksi disiplin dari Komite Disiplin PSSI usai aksi brutal yang dilakukannya.

"Komdis pasti akan merunut pada Kode Disiplin PSSI 2025. Ofisial, perangkat pertandingan, dan pemain akan didalami sebagai bagian dari kejadian ini. Yang jelas, Komdis tidak akan melihat siapa pemain ini, tapi siapa yang melakukan, pasti akan disanksi tegas," kata Kairul di Semarang, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kairul melanjutkan imbas aksi tidak terpuji itu, Beto berpotensi mendapat sanksi berat.

ADVERTISEMENT

"Itu ranah badan yudisial, tapi kalau melihat kejadian itu berpotensi larangan bermain dalam jangka waktu tertentu, bisa 1 tahun lebih. Tapi semua kembali ke komdis," ucapnya.

Tak hanya sanksi berat, posisi Beto bersama Timnas Indonesia U-20 juga terancam.

Beto diketahui merupakan salah satu penggawa utama Timnas Indonesia U-17 yang tampil gemilang di ajang Piala Dunia U-17 Qatar 2025 lalu dan sedang disiapkan bermain bersama Timnas U-20.

"Dia itu masuk di antara lima besar terbaik Timnas U-20. Informasi ke kami, sudah dicoret tadi malam oleh coach Nova Arianto," jelasnya.

Aksi brutal tendangan kungfu kembali mewarnai kompetisi sepak bola tanah air. Tindakan tidak sportif bahkan membahayakan itu terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) antara Bhayangkara Presisi Lampung U20 melawan Dewa United U20 yang berlangsung di Stadion Citarum Semarang pada Minggu (19/4).

Dalam video yang beredar di media sosial, terjadi keributan antarpemain kedua tim. Tiba-tiba salah seorang pemain memakai rompi, diperkirakan pemain tim Bhayangkara Fadly Alberto melakukan aksi tendangan kungfu kepada salah satu pemain Dewa United.

Akibat aksi tersebut, korban sampai terjungkal. Kemudian pelaku berlari dan menghindari kejaran dari teman korban. Keributan pun sempat terjadi akibat aksi brutal tersebut.

Manajer Bhayangkara EPA, Yongky Pandu Pamungkas, menyayangkan kejadian tersebut.

"Kami tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh pemain kami, bahwasanya itu juga tindakan yang tidak baik, apalagi di usia dini, kita tidak membenarkan," kata Yongky di Semarang, pada Senin (20/4).

Yongky melanjutkan, jika pertandingan berjalan dengan baik. Namun setelah gol kedua Dewa United di menit 81 tensi pertandingan mulai memanas.

Menit 82, terjadi pelanggaran yang melibatkan gesekan kedua pemain.

"Namun ada provokasi dari pemain Dewa terhadap pemain kami, timbulah cekcok, saat cekcok itu terjadi pemukulan yang dilakukan oleh pemain Dewa terhadap pemain kami," ungkapnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads