Tendangan Kungfu Warnai Laga EPA U-20 Bhayangkara Vs Dewa United

Tendangan Kungfu Warnai Laga EPA U-20 Bhayangkara Vs Dewa United

Prihatnomo - detikJateng
Senin, 20 Apr 2026 12:57 WIB
GENOA, ITALY - OCTOBER 22: Players of Sampdoria are seen in silhouettes during the warming up session before the Serie A match between UC Sampdoria and Spezia Calcio at Stadio Luigi Ferraris on October 22, 2021 in Genoa, Italy. (Photo by Getty Images)
Ilustrasi. Foto: Getty Images/Getty Images
Semarang -

Aksi brutal tendangan kungfu kembali mewarnai kompetisi sepak bola tanah air. Tindakan tidak sportif bahkan membahayakan itu terjadi dalam laga Elite Pro Academy (EPA) antara Bhayangkara Presisi Lampung U-20 melawan Dewa United U-20 yang berlangsung di Stadion Citarum Semarang pada Minggu (19/4).

Dalam video yang beredar di media sosial, terjadi keributan antarpemain kedua tim. Tiba-tiba salah seorang pemain memakai rompi, diperkirakan pemain tim Bhayangkara Fadly Alberto melakukan aksi tendangan kungfu kepada salah satu pemain Dewa United.

Akibat aksi tersebut, korban sampai terjungkal. Kemudian pelaku berlari dan menghindari kejaran dari teman korban. Keributan pun sempat terjadi akibat aksi brutal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggapan Bhayangkara

Manajer Bhayangkara EPA, Yongky Pandu Pamungkas, menyayangkan kejadian tersebut.

"Kami tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh pemain kami, bahwasanya itu juga tindakan yang tidak baik, apalagi di usia dini, kita tidak membenarkan," kata Yongky di Semarang, pada Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Yongky melanjutkan, jika pertandingan berjalan dengan baik. Namun setelah gol kedua Dewa United di menit 81 tensi pertandingan mulai memanas.

Menit 82, terjadi pelanggaran yang melibatkan gesekan kedua pemain.

"Namun ada provokasi dari pemain Dewa terhadap pemain kami, timbullah cekcok, saat cekcok itu terjadi pemukulan yang dilakukan oleh pemain Dewa terhadap pemain kami," ungkapnya.

Setelah terjadi pemukulan, pemain Dewa berlari ke bench pemain dan masih memprovokasi. Hal itu membuat pemain Bhayangkara semakin memanas berujung tendangan kungfu.

"Sebenarnya pemain Dewa juga menendang pemain kita saat itu. Dia berlari dari tengah lapangan dan menendang pemain kita. Dari situlah terjadi perkelahian, banyak pemain, banyak ofisial kita datang untuk melerai. Bahkan pelatih kiper kita itu sebenarnya mau melerai malah kena pukulan dari belakang," paparnya.

Yongky juga menyesalkan aksi tendangan kungfu yang dilakukan pemainnya Fadly Alberto.

"Kami sangat menyayangkan. Tapi dari pengakuan Beto sendiri dia merasa ada perlakuan rasis terhadap dia. Sehingga dia merasa emosi dan meluapkan emosinya itu ke salah satu pemain yang berada di viral di video itu," tandasnya.

Yongky juga menerangkan jika setelah laga suasana pertandingan berangsur normal.

"Sebenarnya setelah pertandingan itu kita ngobrol-ngobrol biasa sama pelatih, sama pemain, nggak ada masalah. Cuma kita kagetnya setelah kita pulang dari stadion muncullah video potongan yang viral itu," pungkasnya.



(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads