Aroma Persela Lamongan begitu kental di tubuh PSIS Semarang menyusul banyaknya eks pemain Laskar Joko Tingkir yang hijrah ke sana. COO PSIS, Fariz Julinar Maulisar, memberikan penjelasan.
Diketahui, Laskar Mahesa Jenar melakukan perombakan besar menyusul performa paruh pertama Championship 2025/2026 yang begitu buruk. Sejumlah pemain merapat.
Nama-nama besar seperti Otavio Dutra, Alberto 'Beto' Goncalves, maupun Esteban Vizcarra merapat. Menariknya, tiga nama itu merupakan pemain yang sebelumnya memperkuat Persela Lamongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: PSIS Agresif di Bursa Transfer |
Nuansa Persela kian kental setelah terbaru, PSIS meresmikan perekrutan kiper Mario Londok. Sepanjang putaran pertama, Mario membuat catatan impresif dengan hanya kebobolan delapan kali ketika turun di 11 pertandingan.
Kepada awak media, Fariz yang merupakan mantan CEO Persela itu menjelaskan banyak pemain Persela yang eksodus ke PSIS terjadi lewat diskusi profesional. Ia membantah para pemain tersebut mengikuti dirinya ke Semarang.
"Soal eksodus pemain Persela ke PSIS bukan berarti mereka mengikuti saya sebenarnya. Jadi ketika saya pamit dari Persela, kita diskusi dengan manajemen Persela, kita berdiskusi yang baiknya seperti apa, mungkin pelatih yang baru tidak memakai jasa-jasa mungkin pemain yang akhirnya ikut ke Semarang," ungkapnya, Rabu (7/1/2026).
Suami dari CEO PSIS, Datu Nova Fatmawati, ini menyatakan pihaknya memfasilitasi para pemain yang tidak lagi masuk di dalam skema permainan Persela. Sehingga, menurutnya, terjadilah mutual agreement.
"Jadi saya memfasilitasi, ini mau dipakai tidak, seperti itu, kalau tidak kan saya support ya, artinya bagaimana kalau tidak dipakai di sana kan kasian juga, yang pertama beban buat tim, yang kedua kasian pemain tidak bermain, seperti itu. Akhirnya dilakukanlah apa namanya, mereka mutual agreement untuk mengakhiri kerja sama dan kontrak baru di PSIS Semarang," paparnya.
"Jadi bukan peminjaman ya, ada mutual agreement yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak dan akhirnya mereka statusnya free semua. Jadi tidak ada pinjaman, statusnya free semua kemudian bergabung ke PSIS," tambahnya.
Butuh Pemain yang Siap Main
Fariz melanjutkan, perombakan besar-besaran tersebut untuk membangun skuad yang lebih kompetitif dan matang. Dengan 14 laga tersisa, dia ingin memastikan PSIS mempunyai skuad yang siap tempur kapan saja.
"Karena kita memang ingin memperkuat kedalaman tim. Masih ada 14 match lagi yang wajib untuk kami menangkan," tegasnya.
Ia mengisyaratkan perburuan pemain selama bursa transfer belum berakhir. Ia menyebut manajemen masih mencari rekrutan untuk sisa musim ini.
"Masih ada pemain baru lagi. Kita cari pemain yang matang. Karena kita butuh pemain yang siap main," terangnya.
Baca juga: Mario Londok Resmi Jaga Gawang PSIS Semarang |
Pihaknya berharap seluruh pemain baru dapat segera terdaftar agar bisa tampil saat bertandang ke markas PSS Sleman, akhir pekan ini.
"Transfer window FIFA kan di tanggal 10 Januari itu di jam 00.00 dan di jam 00.00 itu langsung kita upload semua, kita proses semua, mudah-mudahan semua lancar tidak terkendala, bisa main semua, baik pemain asing ataupun pemain baru yang lokal," pungkasnya.
(apu/dil)











































