Suporter Kecewa Rapor Merah Persis, Desak Ada Revolusi Manajemen

Suporter Kecewa Rapor Merah Persis, Desak Ada Revolusi Manajemen

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Minggu, 04 Jan 2026 21:29 WIB
Suporter Kecewa Rapor Merah Persis, Desak Ada Revolusi Manajemen
Laga Persis Solo vs Persita Tangerang di Stadion Manahan Solo, diwarnai penyalaan flare, Minggu (4/1/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Persis Solo memperpanjang tren negatif dengan puasa kemenangan dalam 15 berturut-turut. Bahkan, kekalahan dari Persita Tangerang sore ini, membuat Laskar Sambernyawa menelan empat kekalahan beruntun.

Performa jeblok Persis Solo membuat suporter kecewa. Pasalnya, Laskar Sambernyawa menjadi tim juru kunci di klasemen sementara, dengan berada di urutan ke-18 dengan koleksi 7 poin.

Puncaknya, suporter nekat menyalakan flare di tengah laga Persis Solo melawan Persita Tangerang pada menit ke-80. Meski laga sempat dihentikan selama 3 menit, pertandingan tetap dilanjutkan hingga akhir dengan kemenangan Persita dengan skor 3-1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang suporter Persis Solo, Beto, mengaku kecewa dengan performa Persis Solo musim ini. Ia menginginkan adanya perubahan besar-besaran agar Persis bisa kembali kompetitif di Super League.

"Yang jelas harus revolusi besar dalam tubuh Persis Solo, kalau memang masih berharap bertahan di Liga 1," kata Beto saat dihubungi detikJateng, Minggu (4/1/2026).

ADVERTISEMENT

Hal senada juga disampaikan suporter Persis Solo yang Agos Warsoep. Agos menyebut performa Persis Solo jauh lebih buruk dari musim lalu. Dia mendesak manajemen harus segera berbenah untuk putaran kedua nanti.

"Manajemen harus gerak cepat untuk putaran kedua atau memang harus ada perubahan di tubuh manajemen Persis Solo itu sendiri agar tim dapat segera mengejar ketertinggalan," ucap Agos.

"Orang-orang yang tidak berkompeten, dan tidak dapat bekerja dengan baik sebaiknya segera meninggalkan tim, lalu digantikan dengan orang-orang yang lebih baik. Kami para suporter pasti akan selalu mengawal Persis Solo, termasuk akan melakukan aksi besar jika kondisi tim masih belum membaik," imbuhnya.

Butuh Perubahan Ekstrem

Performa jeblok Persis Solo musim ini juga membuat sang pelatih baru, Milomir Seslija pusing. Sejak didatangkan pertengahan Desember 2025, pelatih yang akrab disapa Milo itu, menelan tiga kekalahan beruntun.

Laga perdana Milo kembali ke Persis, langsung dibantai Bali United dengan skor 5-1. Melawan Persik Kediri, Persis kembali menelan kekalahan dengan skor 2-1. Serta sore ini, Laskar Sambernyawa harus kalah di kandang sendiri dengan skor 1-3.

"Kita harus melakukan banyak melakukan perubahan komposisi di laga selanjutnya. Kita harus mengubah kualitas, karena melihat komposisi sekarang ada yang kurang klik. Melihat dari sesi latihan kita bekerja keras, tapi skema tidak bisa berjalan dengan baik," kata Milo saat konferensi pers di Stadion Manahan Solo.

Milo pun mengapresiasi para pemainnya yang tidak pantang menyerah meski selalu tertinggal terlebih dahulu, dan saat latihan menunjukan kemajuan. Namun hal itu tidak cukup untuk mengubah kondisi tim saat ini.

Pelatih asal Bosnia itu menginginkan perubahan ekstrem untuk keluar dari zona degradasi. Sebab, kesempatan Persis Solo untuk bertahan di Super League masih terbuka, karena dua tim lainnya penghuni zona merah juga menelan kekalahan pekan ini.

Persijap Jepara yang berada di urutan ke-17 dengan 9 poin, baru saja dikalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-0. Sementara Semen Padang yang berada di urutan ke-16 dengan 10 poin, juga kalah dari PSIM Jogja dengan skor 1-0. Persis Solo akan mencoba mengambil kesempatan saat bertemu Semen Padang pekan depan.

"Kita butuh perubahan sangat ekstrem untuk menaikkan kualitas. Laga melawan Semen Padang jadi momentum kita untuk bangkit. Masih banyak kemungkinan yang akan terjadi, Semen Padang dan PSBS Biak juga kehilangan poin, masih banyak kemungkinan terjadi terlebih kita punya 9 laga kandang," terangnya.

Kapten tim Persis Solo, Sho Yamamoto, mengungkapkan kondisi pemain dalam posisi tertekan saat ini. Sebab, setiap laga yang mereka mainkan, hasilnya tidak selalu seperti yang diinginkan.

"Kami tadi mencoba untuk menang (lawan Persita), tapi hasil tidak seperti keinginan. Harus diakui, babak pertama kita bermain buruk dan permainan berjalan sulit. Dari pemain merasakan stres dan tekanan, tapi opsi yang kita punya harus bangkit dan tampil lebih baik lagi," kata Sho.

Pemain asal Jepang itu berharap suporter terus memberikan dukungan, meski kondisi tim tengah terpuruk.

"Pemain, staf, pelatih bekerja sekuat tenaga dengan tujuan bertahan sampai akhir. Saya harap suporter terus memberikan dukungan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 23 Suporter Diamankan Usai Bikin Ricuh di Stadion Manahan Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads