Anggota TNI yang Tendang Aremania di Kanjuruhan Minta Maaf: Kula Khilaf

Anggota TNI yang Tendang Aremania di Kanjuruhan Minta Maaf: Kula Khilaf

Tim detikJatim - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 17:13 WIB
Pangdam V Brawijaya saat temui suporter Aremania korban tendangan kungfu
Pangdam V Brawijaya saat temui suporter Aremania korban tendangan kungfu. (Foto: Istimewa)
Solo -

Panglima TNI Andika Perkasa memastikan empat anggota TNI telah mengaku menyerang suporter Arema FC saat Tragedi Kanjuruhan, akhir pekan lalu. Salah satu yang jadi sorotan yakni anggota TNI yang terekam menendang suporter.

Dilansir detikJatim, Rabu (5/10/2022), seorang suporter merekam peristiwa itu dan videonya viral di media sosial. Kini beredar video di media sosial yang memperlihatkan dua orang berseragam TNI menemui suporter yang viral ditendang tersebut.

Mereka berbincang dengan beberapa orang yang tampak sekeluarga dan seorang pemuda yang diduga suporter korban tendangan anggota TNI.


Salah seorang anggota TNI tampak menjelaskan dirinya sempat memutarkan video itu di hadapan anak buahnya. Dia lalu bertanya siapa pelakunya.

"Ternyata dengan kesatria dia ini mengaku," ujar sembari menunjuk anggota TNI lainnya di sebelahnya.

Klarifikasi Kapendam V Brawijaya

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya Letkol Arm Kusdi membenarkan permintaan maaf itu. Sosok dalam video pertemuan dengan keluarga suporter itu, yakni Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto.

"Iya benar, itu Pangdam yang langsung ke sana, ke rumah korban tendangan itu. Kemarin sore. Langsung didampingi oleh Pangdam untuk meminta maaf kepada korban," kata Kusdi dihubungi detikJatim, Rabu (5/10/2022).

Saat ini, kata Kusdi, personel TNI yang mengakui telah menendang suporter itu sedang diproses hukum di Pompdam. Ia diduga telah melanggar aturan disiplin dan harus menghadapi sejumlah sanksi.

"Orangnya yang nendang sudah diproses hukum di Pompdam. Dugaannya pelanggaran disiplin," kata Kusdi.

Kembali soal permintaan maaf yang videonya beredar, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto sempat menyampaikan kepada keluarga dan korban bahwa pelaku anggota TNI sebenarnya sudah berniat minta maaf.

"Kemarin dia nyari-nyari sebenarnya, mau minta maaf," ujar Nurchahyanto di video.

"Nggih, kula pengin ketemu kalih panjenengan. Kula khilaf, pangapunten (Iya, saya ingin ketemu Anda. Saya khilaf, maaf)," tambah personel pelaku penendangan.

Sementara itu keluarga korban menimpali permintaan maaf Pangdam dan personel TNI tersebut.

"Umpama larene salah ngoten kula mboten nopo'o. Larene ngerusak nopo ngerusuhi, saestu kula mboten masalah. Tapi posisine nggih ngoten iku, larene tiange mboten lapo-lapo (Kalau seumpama anaknya salah saya tidak masalah. Kalau merusak atau berbuat rusuh, sungguh saya tidak masalah. Tapi posisinya anak saya enggak ngapa-ngapain, pak)," ujar ibu korban.



Simak Video "Tangis Presiden Arema soal Tragedi Kanjuruhan: Saya Siap Tanggung Jawab"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)