Muncul Spanduk 'Mataram Is Love' di Manahan, Gibran: Damai Kuwi Apik!

Muncul Spanduk 'Mataram Is Love' di Manahan, Gibran: Damai Kuwi Apik!

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 14:39 WIB
Spanduk Mataran Is Love di Stadion Manahan Solo, Rabu (5/10/2022).
Spanduk Mataran Is Love di Stadion Manahan Solo, Rabu (5/10/2022). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Solo -

Spanduk bertuliskan 'Mataram is Love' terpasang di Stadion Manahan Solo, hari ini. Spanduk itu dilengkapi logo 3 tim sepakbola, yakni Persis Solo, PSIM Jogja, dan PSS Sleman.

Untuk diketahui, Mataram merujuk pada kultur Mataram yang selama ini melekat Kota Jogja dan Solo. Sehingga pertandingan sepakbola antara tim dari kedua kota ini kerap disebut sebagai laga Derby Mataram.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan pemasangan spanduk itu sebagai kelanjutan berdamainya suporter Solo dengan Jogja pascatragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menelan ratusan korban jiwa.


"Emang tak kon masang (memang saya suruh pasang), sebagai tindak lanjut, dan simbol perdamaian," kata Gibran, Rabu (5/10/2022).

Gibran tak ingin tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi di tempat lain. Sehingga perdamaian antar suporter perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Selama ini, suporter Solo dan Jogja memang memiliki sejarah rivalitas yang tinggi. Tak jarang, gesekan antar kedua suporter terjadi.

"Perdamaian suporter kuwi apik (Perdamaian suporter itu bagus). damai kabeh (semua)," ujarnya.

Aksi damai itu muncul setelah ketiga suporter tersebut melakukan aksi damai doa bersama untuk korban tragedi di Stadion Kanjuruhan. Gibran pun mengapresiasi langkah tersebut.

Terpisah, Presiden Pasoepati Maryadi Gondrong mengatakan, hal tersebut merupakan langkah positif, untuk perdamaian antar suporter.

"Ini hal yang positif dan baik bagi kedua belah kubu atau suporter. Kita akan awali perdamaian antar suporter. Rivalitas 90 menit saja, setelah itu di luar lapangan kita tetap sebagai teman, sebagai saudara, dan sejawat suporter," kata dia.

Menurutnya, rivalitas antara Solo dan Jogja harus segera diakhiri. Agar ke depannya tak ada lagi korban berjatuhan. Sebab menurut Maryadi, suporter itu menunjukan kreativitasnya di lapangan, bukan arogansinya.



Simak Video "Cerita Warga Korban Banjir Bandang di Semarang, Harta Benda Ludes"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/sip)