Ada fenomena unik di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY. Tiap kali tim tuan rumah PSS Sleman bertanding di stadion itu, ada istilah 'tribun hijau' dan 'tribun hitam' di sisi belakang kedua gawangnya. Tribun hijau untuk Slemania, sedangkan tribun hitam untuk BCS (Brigata Curva Sud). Berikut kisah dua wadah suporter PSS Sleman tersebut.
Mengenal Tribun Hijau dan Hitam
Menurut jurnal Sayap Selatan Elang Jawa: Ekspresi Identitas Fanatisme BCS PSS Sleman (Jurnal Studi Pemuda Vol 2 No 2, 2013:187), tribun belakang gawang sisi utara dan selatan lazimnya dibagi untuk kelompok suporter tim tuan rumah dan tim tamu.
Namun, pola pembagian sektor dua belakang gawang itu tidak berlaku di Stadion Maguwoharjo tiap kali tim PSS Sleman bertanding di situ. Sebab, tribun sayap utara sudah menjadi langganan Slemania dengan atribut serba hijaunya sehingga disebut 'tribun hijau. Adapun tribun sayap selatan dikenal sebagai tribun hitam, 'markas' bagi BCS dengan atribut hitam-hitamnya.
Tentang Slemania dan BCS
Slemania merupakan kelompok pendukung klub sepak bola PSS Sleman yang lebih dulu terbentuk daripada BCS. Dalam jurnal karya Lubabun Ni'am dan Wisnu Prasetyo Utomo disebutkan, kelahiran Slemania nyaris beriringan dengan merebaknya organisasi suporter klub sepakbola di Indonesia, yakni pada tahun-tahun pertama usai tumbangnya Orde Baru.
Sedangkan Brigata Curva Sud (BCS) baru mencuat secara lamat-lamat sejak musim 2009-2010. Jumlah kelompok suporter BCS semakin menonjol pada musim kompetisi 2011-201. Selain Slemania dan BCS, sebenarnya masih ada banyak elemen suporter pendukung PSS Sleman yang lain dengan bendera masing-masing. Namun, Slemania dan BCS yang paling tampak menonjol.
Sejarah Suporter Sepak Bola di Indonesia
Pasca-Orde Baru, kelompok suporter sepak bola lahir dan dideklarasikan oleh hampir seluruh klub sepakbola di semua divisi Liga Indonesia (buku Sepakbola Tanpa Batas karya Anung Handoko, Kanisius 2007). Kecuali Persebaya dan Arema, dua klub dari Surabaya dan Malang, yang terlebih dulu melahirkan basis suporter tradisionalnya pada 1980-an dan 1990-an.
Kisah berdirinya Slemania ada di halaman selanjutnya...
(dil/aku)