Sukses Gabung Tokyo Verdy, 5 Fakta Pratama Arhan Ini Wajib Kamu Tahu

Round-Up

Sukses Gabung Tokyo Verdy, 5 Fakta Pratama Arhan Ini Wajib Kamu Tahu

Febrian Chandra - detikJateng
Jumat, 18 Feb 2022 10:48 WIB
Pratama Arhan saat latihan bersama PSIS Semarang
Pratama Arhan saat latihan bersama PSIS Semarang. (Foto: dok. PSIS Semarang)
Blora -

Winger PSIS Semarang Pratama Arhan bikin heboh usai sukses meneken kontrak dengan klub J2 League Jepang, Tokyo Verdy. Berikut sederet fakta pemain muda kelahiran Blora itu.

1. Berasal dari keluarga kurang mampu

Pratama Arhan lahir dari kedua orang tua bernama Sutrisno dan Surati. Ekonomi orang tuanya tergolong kurang mampu. Sang ayah bekerja sebagai petani dan ibunya bekerja sebagai pedagang sayur keliling di desanya, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Meski demikian, orang tuanya selalu mendukung penuh mimpi Arhan untuk bisa menjadi pemain sepak bola profesional.


"Saya ini bukan dari golongan ekonomi kaya. Kami orang miskin. Dulu kami sering jual-jual barang untuk mendukung anak saya mengikuti kompetisi," kata ibu Arhan, Surati, saat ditemui detikJateng, Kamis (17/2/2022).

Dia menceritakan, Arhan membutuhkan biaya untuk bisa mengikuti kegiatan kompetisi. Surati dan suaminya pernah menjual kambing hingga gabah untuk bisa membiayainya.

"Lha gimana lagi, punyanya itu, ya kita jual yang ada. Pernah bapaknya pulang bawa gabah, ya kita jual," kata Surati mengenang.

Bahkan, pernah pada suatu hari mereka sedang tidak punya uang saat Arhan membutuhkan sepatu baru. Terpaksa mereka membelikan sepatu murah seharga Rp 25 ribu.

"Pernah tak beliin sepatu murah, tapi sekali pakai langsung jebol," kata Surati.

Dia pun harus kembali mengeluarkan kocek untuk kembali membeli sepatu yang cukup bagus.

2. Hobi bola sejak kecil

Kecintaan Pratama Arhan di sepak bola sudah terlihat sejak kecil. Hal itu diceritakan oleh ibunya, Surati. Pratama Arhan sudah bermain bola sejak kecil. Baru di kelas 4 SD dia tergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) yang berada di Kabupaten Blora.

Menurut Surati, suaminya juga rela mengantar jemput Arhan mengikuti SSB yang jaraknya sekitar 12 kilometer dari rumahnya. Kegiatan itu diikuti secara rutin tiga kali sepekan.

Pernah suatu ketika hujan, Arhan merengek dan meminta untuk diantar ke SSB.

"Kalau nggak diantar menangis. Padahal di rumah sedang hujan. Ya akhirnya diantar. Semangat dia di sepak bola begitu tinggi," ungkapnya.

3. Akan jadi nama SSB

Prestasi Pratama Arhan yang tergabung dengan klub Tokyo Verdy ini menjadi kebanggaan dan inspirasi banyak orang. Bahkan Bupati Blora Arif Rohman mengapresiasi dengan akan memberikan nama salah satu SSB milik pondok pesantren di Kecamatan Banjarejo dengan nama Pratama Arhan.

"Ya ikut bangga. Mas Arhan bisa menjadi inspirasi bagi kalangan muda," kata Bupati Blora Arif Rahman saat dihubungi detikJateng, Kamis (17/2).

"Selain untuk mengapresiasi, itu juga agar ada semangat Mas Arhan di dalam SSB itu. Agar anak-anak yang menimba ilmu di sana terinspirasi dengan Mas Pratama Arhan," kata Arif.

Selain itu, dia juga akan menunjuk salah satu kakak dari Arhan untuk menjadi pengajar di SSB itu.

"Ya nanti kita komunikasi dulu. Yang ngajar nanti salah satunya juga kakak kandung dari Pratama Arhan yang juga pemain bola," ungkapnya

4. Cerita kawan semasa kecil

Imam Juna, teman semasa kecil Pratama Arhan mengenang, waktu kecil bakat sepak bola Pratama Arhan sudah menyolok dibanding teman-temannya.

"Kalau sedang bermain bola, Arho (panggilan Arhan) mainnya paling bagus. Itu sudah terlihat sejak kecil," kata Imam saat ditemui detikJateng, Kamis (17/2).

Imam menceritakan, bahkan SD tempat Arhan bersekolah saat itu selalu menenangkan turnamen.

"Semenjak Arho pindah ke Semarang. Sekolah itu sekarang nggak pernah menang. Itulah efek Arho di klub begitu besar," katanya.

Sebagai tempat bermain bola, halaman tetangga yang luas dan halaman belakang SD adalah tempat bermain anak-anak sepantaran Arhan.

"Halaman milik tetangga dan halaman belakang SD adalah tempat kami bermain bola. Bolanya juga pakai bola plastik," kenang Imam.

5. Dilepas gratis oleh PSIS

PSIS Semarang melepas Pratama Arhan secara gratis ke klub Jepang Tokyo Verdy. Padahal pemain muda itu masih punya sisa kontrak bersama Laskar Mahesa Jenar.

Keputusan melepas secara gratis diambil PSIS dengan alasan mendukung sang pemain di luar negeri. Tokyo Verdy dianggap bisa mengembangkan karier Arhan yang bercita-cita main di luar negeri.

Diketahui, Arhan masih punya sisa kontrak jangka panjang bersama PSIS. Pemilik lemparan jarak jauh itu terikat dengan PSIS sampai 2024.

"Hari ini dengan rasa bangga dan senang, kami umumkan kalau wonderkid PSIS jebolan Akademi PSIS, Pratama Arhan resmi kami lepas ke klub Jepang Tokyo Verdy," kata CEO PSIS, Yoyok Sukawi, dalam rilisnya, Rabu (16/2).

"Sesuai komitmen PSIS, Arhan kami lepas tanpa fee satu rupiah pun. Ini demi karier Arhan. Hal ini juga sebuah kebanggaan untuk PSIS karena jebolan akademinya bisa dilirik ke klub Jepang," ujarnya menambahkan.

Diharapkan Arhan bisa menjaga nama baik PSIS di Jepang. Kesuksesan Arhan di klub yang bermarkas di Stadion Ajinomoto itu bisa menjadi peluang bagus buat pemain-pemain PSIS dan semua pemain Indonesia secara umum.



Simak Video "Duka Tragedi Kanjuruhan, Suporter PSIS Semarang Gelar Doa Bersama"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/rih)