8 Makanan Anti Stres yang Mudah Ditemukan dan Murah, Bisa Turunkan Kortisol!

8 Makanan Anti Stres yang Mudah Ditemukan dan Murah, Bisa Turunkan Kortisol!

Ikfina Kamalia Rizki - detikJateng
Selasa, 12 Mei 2026 13:36 WIB
Ilustrasi Stres
Ilustrasi Stres (Foto: Uday Mittal/Unsplash)
Solo -

Dalam kondisi seperti sekarang ini, stres seringkali datang tanpa permisi. Mulai dari tugas yang menumpuk, tingginya tekanan kerja, hingga masalah kecil sekalipun, bisa membuat tubuh merasa lelah baik secara fisik maupun mental. Saat seseorang mengalami stres, hormon kortisol akan semakin naik dan bisa menyebabkan gangguan tidur, kenaikan berat badan, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Meski demikian, detikers tak perlu khawatir. Pasalnya, terdapat banyak hal yang dapat membantu tubuh dalam mengelola stres, salah satunya melalui makanan. Berdasarkan penelitian, beberapa jenis makanan diketahui mengandung nutrisi yang dapat menurunkan kadar kortisol secara alami. Ketika kadar hormon ini lebih stabil, suasana hati seseorang juga cenderung ikut membaik.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, detikers tidak harus mengandalkan suplemen mahal serta makanan yang sulit ditemukan. Justru, banyak bahan makanan sehari-hari di sekitar kita dengan kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk membantu tubuh lebih rileks setelah menghadapi tekanan. Berikut ini adalah sederet makanan anti stres yang bisa detikers masukkan dalam menu harian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

8 Makanan Anti Stres yang Mudah Ditemukan dalam Keseharian

1. Pisang

Buah pisang diketahui memiliki potensi dalam membantu tubuh menghadapi stres. Berdasarkan penelitian berjudul Pengaruh Abon Kulit Pisang (Musa balbisiana Colla) terhadap Kadar Kortisol Darah dan Perilaku Depresif pada Tikus Wistar yang Diinduksi Stres Kronis oleh Yogi Tri Sumarno, kandungan asam amino triptofan pada pisang diduga berperan dalam pengaturan stres tubuh.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pisang juga dianggap dapat menurunkan kadar kortisol dalam darah. Kortisol sendiri merupakan hormon yang akan meningkat saat seseorang mengalami stres kronis. Ketika kadar kortisol terlalu tinggi dalam jangka waktu yang lama, maka suasana hati serta kondisi kesehatan seseorang dapat tergangu.

2. Cokelat Hitam

Selain pisang, makanan lain yang dianggap bisa mengatasi stres adalah cokelat hitam. Makanan ini terbukti memiliki pengaruh dalam menurunkan tingkat kecemasan suatu individu.

Dikutip dari artikel jurnal 'Konsumsi Dark Chocolate Berpengaruh dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Atlet Taekwondo Bondowoso Sebelum Ujian Kenaikan Tingkat' oleh Fayza Wara Az Zahra dan Cleonara Yanuar Dini, konsumsi cokelat hitam dengan kadar kakao 70% dapat menurunkan skor kecemasan yang cukup besar.

Efek tersebut diduga karena adanya kandungan senyawa aktif berupa flavonoid, polifenol, triptofan, hingga magnesium. Senyawa ini dapat membantu meregulasi suasana hati melalui produksi serotonin serta dopamin. Kedua hormon tersebut diketahui dapat menciptakan perasaan tenang dan emosi yang lebih stabil. Itulah sebabnya banyak orang yang kerap merekomendasikan cokelat hitam sebagai comfort food saat sedang banyak tekanan.

3. Teh Hijau atau Matcha

Teh hijau dikenal akan kandungan senyawa antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Hal ini sejalan dengan pendapat Arina Novilla, dkk, dalam The Effect Of Giving Green Tea (Camellia Sinensis L.) on Leukocyte Counts of Smokers, yang menyebutkan bahwa teh hijau memiliki kandungan polifenol dan flavonoid. Keduanya berperan dalam membantu memperbaiki sel tubuh yang mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas.

Selain dipicu oleh stres, hormon kortisol dalam tubuh juga dapat meningkat akibat paparan zat berbahaya seperti yang terkandung dalam rokok. Kandungan antioksidan dalam teh hijau dapat membantu menekan dampak buruk dari kedua pemicu tersebut.

4. Oatmeal

Selain menjadi sumber karbohidrat, oatmeal juga dipercaya dapat membantu kadar gula darah tetap stabil. Kadar gula darah yang stabil dapat membantu tubuh agar tidak mudah mengalami lonjakan stres yang datang tiba-tiba. Oatmeal juga telah lama dikenal dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sehingga tubuh tidak mudah lelah atau bahkan tersulut emosinya ketika sedang lapar.

5. Yoghurt

Salah satu makanan yang dinilai baik untuk kesehatan pencernaan karena kandungan probiotiknya adalah yoghurt. Dalam dunia kesehatan, kondisi usus yang baik juga berkaitan dengan keseimbangan kondisi mental seseorang. Fenomena ini dikenal sebagai gut-brain axis atau koneksi antara usus dan otak.

Berdasarkan kajian dalam Gut-Brain Connection: Peran Mikrobiota Usus dalam Mencegah Stroke oleh Baiq Annisa Pratiwi, dkk, usus memiliki mikrobiota yang berperan dalam menjaga komunikasi antara sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Ketika seseorang merasa stres, maka keseimbangan mikrobiota usus juga dapat terganggu. Itulah sebabnya menjaga kesehatan usus dianggap penting untuk menjaga kestabilan emosi dan kesehatan tubuh.

Yoghurt dengan kandungan probiotik yang baik untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus sangat disarankan untuk dikonsumsi secara rutin. Dengan kondisi usus yang lebih sehat, tubuh juga dapat menghadapi tekanan serta stres dengan lebih baik lagi.

6. Kacang-kacangan

Sering dijadikan camilan, ternyata kacang-kacangan juga dapat menjadi makanan anti stres. Pasalnya, kacang mengandung magnesium yang berperan dalam mengatur sistem saraf. Kekurangan magnesium dapat meningkatkan rasa cemas serta kesulitan tidur. Mengonsumsi kacang-kacangan dapat menjadi alternatif dibandingkan camilan lain yang mengandung gula tinggi.

7. Ikan Kembung

Ikan kembung diketahui memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang cukup tinggi dibandingkan beberapa jenis ikan lain. Omega 3 yang terdiri dari DHA dan EPA dalam ikan ini berperan penting dalam mendukung perkembangan serta perlindungan sel saraf, terutama melalui efek neuroprotektif pada jaringan otak.

Disadur dari Pengaruh Pemberian Ikan Kembung Terhadap Jumlah Sel Piramid Korteks Serebrum oleh Aulia Rahmah, omega 3 terbukti dapat membantu mempertahankan sel neuron dan mencegahnya dari kerusakan akibat proses degeneratif. Dengan begitu, asupan omega 3 dari ikan kembung berpotensi membantu menjaga keseimbangan sistem saraf yang berkaitan dengan respons stres, melalui perlindungan dan pemeliharaan sel neuron di otak.

8. Sayuran Hijau

Dikenal dengan kandungan mineral serta vitaminnya, sayuran hijau seperti bayam mengandung senyawa folat yang dapat membantu produksi dopamin. Hormon ini berkaitan dengan munculnya rasa senang pada suatu individu. Selain itu, sejumlah kandungan nutrisi lain dalam sayuran hijau juga dapat mendukung kesehatan otak secara menyeluruh.

Itulah sederet makanan sehari-hari yang dapat dijadikan makanan anti stres. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Ikfina Kamalia Rizki peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads