Sejarah Wingko Babat Khas Semarang Ternyata dari Lamongan sejak 1898

Tim detikJateng - detikJateng
Kamis, 28 Jul 2022 01:02 WIB
wingko babat lamongan
Wingko babat Lamongan. Foto: Eko Sudjarwo
Semarang -

Sejarah wingko babat khas Semarang ternyata berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Di Semarang, wingko babat baru dikenal sejak 1944. Sedangkan di tempat asalnya yaitu Kecamatan Babat, Lamongan, jajanan dari tepung ketan dan parutan kelapa ini dibuat sejak 1898. Berikut kisahnya.

Dikutip dari jurnal Intangible Conservation: Keberadaan Wingko Babat Kuliner Khas Semarang Tahun 1946-2019, jajanan wingko pertama kali dibuat oleh Loe Soe Siang dan istrinya Djoa Kiet Nio pada 1898. Keduanya perantau dari Tiongkok yang menetap di Babat, Lamongan.

Dalam jurnal karya Suwarti Dwi Sarwopeni dan Ufi Saraswati dari Jurusan Sejarah Universitas Negeri Semarang itu disebutkan usaha Loe Soe Siang diteruskan dua anaknya yaitu Loe Lan Ing dan Loe Lan Hwa. Loe Lan Ing merupakan pewaris generasi ke dua usaha wingko babat di Babat Lamongan.


Sedangkan Loe Lan Hwa bersama suaminya The Ek Tjong (D Mulyono) dan dua anaknya mengungsi ke Semarang saat Babat dilanda huru-hara pada 1944, dampak dari kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Pada 1946, menurut jurnal yang diterbitkan dalam Journal of Indonesia History 10 (1) 2021 itu, Loe Lan Hwa mulai memproduksi wingko babat di Semarang. Selain dijual dari pintu ke pintu, jajanan itu juga dititipkan pada satu kios sederhana penjual makanan di Stasiun Tawang. Lambat laun, wingko babat buatan Loe Lan Hwa mulai digemari hingga kini dikenal sebagai makanan khas Semarang.

Semula wingko babat olahan Loe Lan Hwa dan suaminya hanya dibungkus kertas tanpa merek. Setelah banyak pembeli yang bertanya, akhirnya wingko babat itu
diberi nama 'Cap Spoor'. Ide nama dan logo itu dari gambar sampul buku saran di gerbong restorasi atau kereta makan. Sebab, D Mulyono suami Loe Lan Hwa bekerja di bagian restorasi kereta.

Soal 'menjamurnya' produksi wingko babat di Semarang silakan baca di halaman berikutnya...