Buntut Panjang Cuitan Tak Pantas soal Kanjuruhan @polseksrandakan

Round-Up

Buntut Panjang Cuitan Tak Pantas soal Kanjuruhan @polseksrandakan

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 07:30 WIB
Tangkapan layar cuitan Polsek Srandakan.
Foto: Tangkapan layar
Solo -

Akun Twitter Polsek Srandakan @polseksrandakan menjadi sorotan mengomentari cuitan terkait tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, dengan kata-kata yang tak pantas. Awalnya Polsek Srandakan menduga akun Twitter @polseksrandakan itu diretas.

Namun akhirnya terungkap pelaku di balik cuitan itu ialah anggota Polsek Srandakan berinisial TH yang pernah menjadi admin akun tersebut.

Dirangkum dari liputan tim detikJateng, polisi pencuit soal Tragedi Kanjuruhan itu berhadapan dengan sidang etik.


Isi Cuitan @polseksrandakan soal Tragedi Kanjuruhan

Kejadiannya bermula saat akun Twitter @akm********* mencuit 'penembakan gas air mata salah satu penyebab puluhan jiwa tewas di stadion kanjuruhan. STOP KOMPETISI ATAS DASAR KEMANUSIAAN! Cc @jokowi @Kiyai_MarufAmin' pada Minggu (2/10) lalu.

Selanjutnya, dari tangkapan layar yang didapatkan detikJateng, akun Twitter @polseksrandakan membalas cuitan tersebut dengan kata 'Modyarrr'.

Tak berhenti di situ, dari pantauan detikJateng pada Minggu (2/10) pukul 12.39 WIB, akun @polseksrandakan juga membalas cuitan @ind*********** dengan kata-kata 'gek do belani opo koe ki'. Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, maksudnya kurang lebih: 'apa yang kalian bela'.

Akun @polseksrandakan kembali menimpali cuitan akun @f1**** dengan 'Salut sama pak tentara, musnahkan'. Namun, pada pukul 17.23 WIB, akun @polseksrandakan sudah menghapus balasan pada akun-akun tersebut.

Kendati demikian, tangkapan layar terkait balasan @polseksrandakan ke akun lain sudah ramai tersebar di media sosial (medsos).

Kapolsek Srandakan Kaget


Kapolsek Srandakan Kompol Sudarsono membenarkan @polseksrandakan adalah akun Twitter Polsek Srandakan.

"Jujur saya kaget, selanjutnya saya lacak. Ternyata adminnya anggota Humas saya, kemudian anggota saya tidak merasa memberikan komentar di Twitter itu," kata Sudarsono saat dihubungi detikJateng, Minggu (2/10/2022).

Kata Kunci Lama Tak Diganti
Kapolsek Srandakan semula menduga akun tersebut telah diretas. Terlebih, password akun tersebut sudah lama tidak diganti.

"Tapi untuk menguji kebenarannya yang disampaikan anggota saya ini ,sekarang anggota saya diperiksa di propam Polres Bantul. Karena itu kan bukan pernyataan dari kesatuan," ucap Sudarsono.

Terungkapnya Pencuit Komentar yang Bikin Heboh

Ternyata, pelaku di balik cuitan kata-kata tak pantas di Twitter itu mantan admin Twitter Polsek Srandakan. Hal itu terungkap setelah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa personel yang bisa mengakses akun Twitter @polseksrandakan.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan tim siber Polda DIY melakukan pemeriksaan terkait dugaan peretasan akun," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry lewat pesan singkat, Senin (3/10/2022).

"Benar adanya, kelalaian dari anggota bukan admin, dan yang bersangkutan mengakui memberi komentar dengan menggunakan akun Srandakan," sambung Jeffry.

'Yang bersangkutan' itu berinisial TH, polisi yang sebelumnya pernah menjadi admin Twitter Polsek Srandakan. TH kini masih berdinas di Polsek Srandakan.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]