Pengakuan Wali Murid SMAN 1 Wates: Diintimidasi Usai Protes Jual Beli Seragam

Pengakuan Wali Murid SMAN 1 Wates: Diintimidasi Usai Protes Jual Beli Seragam

Aditya Mardiastuti - detikJateng
Senin, 03 Okt 2022 17:32 WIB
Agung Purnomo (baju merah) saat jumpa pers di Kantor LBH Jogja, Senin (3/10/2022). Wali murid SMAN 1 Wates itu mengaku mendapat intimidasi usai mempertanyakan soal jual beli seragam.
Agung Purnomo (baju merah) saat jumpa pers di Kantor LBH Jogja, Senin (3/10/2022). Wali murid SMAN 1 Wates itu mengaku mendapat intimidasi usai mempertanyakan soal jual beli seragam. Foto: Aditya Mardiastuti/detikJateng
Jogja -

Seorang wali murid SMAN 1 Wates, Kabupaten Kulon Progo, Agung Purnomo, melaporkan kasus dugaan penyekapan dan intimidasi yang dialaminya ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Begini pengakuan Agung.

Agung Purnomo mengaku mendapatkan intimidasi dari oknum Kasatpol PP hingga Kepala SMAN 1 Wates. Intimidasi itu dia dapatkan karena mempertanyakan soal harga seragam.

"Yang terlapor tiga, kemudian yang lainnya saya tidak tahu sejauh mana keterlibatannya, yang lain mengepung saya. Yang saya jadikan terlapor Kabid Trantibhum Satpol PP Kulon Progo, Kasatpol PP Kulon Progo, dan Kepsek (SMAN 1 Wates)," kata Agung saat jumpa pers di kantor LBH Jogja, Senin (3/10/2022).


Agung mengungkap bentuk intimidasi itu dia terima pada Kamis 29 September 2022. Kala itu dia, sebagai juru bicara wali murid yang mempertanyakan seragam SMAN 1 Wates, mendapat undangan ke kantor Satpol PP Kulon Progo.

"Kamis (29/9), sekitar pukul 14.00 saya ditelepon Satpol PP untuk hadir, 'Pak Agung silakan datang ke kantor, silakan ketemu'. Kebetulan saya PPNS, saya pikir terkait pekerjaan saya, toh di jam kerja. Ketika saya ada di sana, selain ada 2 oknum Satpol PP, datang kepala sekolah dan wakasek kemudian unsur POT (orang tua) kemudian datang lagi, total 8 orang. Perasaan saya tidak enak ditanya motivasi tentang protes pengadaan seragam apakah mau bikin gaduh," tutur Agung.

Agung juga sempat mencontohkan suasana di ruangan Kasatpol PP kala itu. Dia mengaku merasa dikepung dan ketakutan karena hanya seorang diri dan dibentak-bentak oleh oknum yang ada di ruangan tersebut.

"Pada saat itu saya ketakutan, sempat terpikir mungkin saya seperti PNS Semarang yang dibakar karena jadi saksi korupsi," ujar Agus sambil tercekat.

"Pertanyaan saya, apa salah saya, apa kewenangan Satpol PP untuk mengurusi seragam SMAN 1 Wates," cetus dia.

Agung menyebut pertemuan di ruangan Kasatpol PP itu berlangsung antara 1,5-2 jam. Dia pun memprotes pernyataan Satpol PP Kulon Progo tentang upaya mediasi antara wali murid dengan pihak sekolah.

"Bahwa ada statemen di Satpol PP untuk mediasi, apakah ada kewenangan Satpol PP mediasi? Jarak SMAN 1 Wates ke (kantor) Satpol PP 1 km dan Balai Dikmen cuma 200 meter, di situ ada balai yang berwenang. Kalian jauh-jauh karena ingin mengintimidasi saya dengan cara preman untuk membungkam," sesal dia.

Halaman selanjutnya, kata polisi dan pihak sekolah...