Hebat! Mahasiswa UMY Bikin Pesawat Tanpa Awak, Daya Jelajahnya 28 Km

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Senin, 08 Agu 2022 18:05 WIB
Pesawat UAV atau pesawat tanpa awak yang dibuat oleh mahasiswa UMY, Senin (8/8/2022).
Pesawat UAV atau pesawat tanpa awak yang dibuat oleh mahasiswa UMY, Senin (8/8/2022). Foto: dok. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Bantul -

Tim startup mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Aero Fun Research Tech mampu menciptakan pesawat Unmaned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak. Tim tersebut pun mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ketua tim startup mahasiswa UMY Aero Fun Research Tech, Fallah Alfrido Firmansyah, mengatakan awal mula timnya mencoba membuat UAV karena di Indonesia belum ada pihak yang melakukannya dalam skala besar. Produk UAV di Indonesia saat ini rata-rata buatan luar negeri.

"Dan belum ada perusahaan atau developer lokal yang memproduksi ini secara masif, sedangkan SDM di Indonesia ini sangat mendukung dan siap," kata Fallah kepada wartawan di Bantul, Senin (8/8/2022).


"Melihat hal tersebut, kami berinisiatif membuat UAV yang kualitasnya sama dengan luar negeri. Kami ingin bilang ini lho buatan orang Indonesia yang nggak kalah dengan orang luar," lanjut Fallah.

Fallah menjelaskan, pengerjaan satu unit pesawat tanpa awak tersebut memakan waktu 35-40 hari. Pembuatan pesawat melibatkan beberapa mahasiswa yakni Syaif Ambiya mahasiswa Teknik Mesin tahun 2019, Mentari mahasiswi Farmasi tahun 2019, Siti Halimatussa'diyah mahasiswi Farmasi tahun 2019, dan Putri Hanifah Anggraeni mahasiswi Manajemen tahun 2020.

Disebutnya, pesawat buatan timnya ini memiliki harga murah tetapi berkualitas tinggi, dan sebanding dengan UAV buatan luar negeri. Bahan baku pembuatan pesawat disebutnya setara dengan yang digunakan perusahaan pembuat UAV pada umumnya.

"Berat pesawat ini adalah 4,7 kilogram dengan kemampuan mengangkat beban hingga 500-800 gram. Untuk panjangnya 2 meter dan mampu terbang di ketinggian 350 meter dengan durasi satu jam," ucapnya.

"Dan kami juga menggunakan material karbon kevlar, ini merupakan material yang istimewa karena lebih ringan tetapi lebih kuat dari baja juga anti api. Umumnya material ini digunakan oleh perusahaan besar pembuat UAV," lanjut Fallah.

Sedangkan ketahanan jelajah pesawat tersebut, Fallah menyebut mampu menjelajah 28 kilometer.

"Lalu untuk endurance (daya tahan) jelajahnya 28 kilometer ditempuh dengan waktu 28 menit. Selain itu, dalam mengendalikan pesawat UAV kami juga tetap memperhatikan regulasi yang dibuat oleh Aircraft Indonesia," ujarnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...