Belasan Tenda PKL di Alun-alun Wates Dibongkar gegara Langgar Aturan

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Selasa, 28 Jun 2022 12:00 WIB
Belasan tenda PKL di Alun-alun Wates Kulon Progo dibongkar gegara langgar aturan, Selasa (28/6/2022).
Belasan tenda PKL di Alun-alun Wates Kulon Progo dibongkar gegara langgar aturan, Selasa (28/6/2022). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Kulon Progo -

Belasan tenda milik pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibongkar oleh petugas gabungan hari ini. Tenda-tenda itu dinilai telah melanggar ketertiban umum.

"Tenda-tenda ini sudah beberapa bulan tidak dibongkar, maka kami tertibkan," ucap Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Bidang Ketertiban Umum, Satpol PP Kulon Progo, Sartono saat ditemui di sela-sela penertiban, Selasa (28/6/2022).

Para petugas gabungan itu terdiri dari Satpol PP dan Dinas Perdagangan Kulon Progo. Sartono menjelaskan totalnya ada 17 tenda PKL yang dibongkar.


Tenda-tenda itu sudah terpasang cukup lama di kawasan Alun-alun Wates. Menurutnya usaha kuliner di alun-alun diperbolehkan, tetapi harus menggunakan tenda dengan sistem bongkar pasang, jika tidak maka telah melanggar Perda Kulon Progo Nomor 4 tahun 2013 Tentang Ketertiban Umum.

"Penertiban dilakukan mengacu Perda 4 tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Jadi pada prinsipnya usaha di sini itu boleh pakai tenda, tapi dengan syarat harus segera dibongkar ketika sudah selesai jualan kemudian baru dipasang lagi saat mau jualan, tidak malah dibiarkan terus," jelasnya.

Sartono menuturkan, sebelum dilakukan pembongkaran Satpol PP dan Disdag Kulon Progo telah berkoordinasi dengan perwakilan paguyuban PKL Alun-alun Wates. Pihaknya memberi pemahaman kepada para pedagang soal aturan tenda yang digunakan harus dengan sistem bongkar pasang.

Namun sebagian pedagang masih menggunakan tenda tanpa membongkarnya saat tak berjualan, sehingga pihaknya turun tangan melakukan pembongkaran langsung.

"Kalau tidak kami tertibkan, ini bisa menjadikan iri pedagang di sisi yang lainnya," terangnya.

Usai dibongkar, tenda-tenda ini nantinya dikembalikan kepada PKL melalui paguyuban. Terhadap PKL, Satpol PP memastikan belum akan memberikan sanksi apapun. Sejauh ini, petugas baru memberi teguran untuk para pemilik tenda itu.

"Kami belum melakukan penindakan secara yustisi, masih berupa teguran dan imbauan" ujarnya.

Sementara itu salah seorang PKL, Kaswanto (62), mengaku tidak mempersoalkan pembongkaran ini. "Nggakpapa, Mas. Ini juga buat kepentingan bersama soalnya," pungkas pedagang salad buah ini.



Simak Video "Kreatif! Raup Cuan Lewat Kerajinan dari Limbah Jagung"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/aku)