Terima Gelar HC UGM, Menhub Ingin Pelabuhan Kembangkan Mangrove

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Senin, 23 Mei 2022 14:24 WIB
Ratusan penumpang dari Surabaya dan Semarang bersiap turun dari Kapal Pelni KM Dobonsolo di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/5). Sebanyak 542 pemudik motor gratis tiba di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (13/5/2022). (Foto: Pradita Utama)
Sleman -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC) dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam orasi ilmiahnya, Budi Karya mengatakan Tanjung Priok akan dijadikan green port atau pelabuhan hijau.

"Terminal Teluk Lamong Surabaya menjadi green port pertama di Indonesia dan menyusul Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta). Kita ingin pelabuhan itu tidak hanya memikirkan pelabuhan (bisnis), tetapi juga melakukan pengembangan perkebunan mangrove di sekitar pelabuhan," kata Budi di UGM, Senin (23/5/2022).

Budi mengatakan, green port mengedepankan konsep ramah lingkungan dengan mengelola dampak secara efektif melalui pencegahan pencemaran, konservasi air, dan konservasi energi. Green port juga berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati serta penggunaan teknologi ramah lingkungan.

Menurut Budi, pengembangan pelabuhan hijau menjadi panduan pengembangan pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

Dikutip dari hubla.dephub.go.id, Peraturan Menteri Perhubungan telah mengamanatkan Otoritas Pelabuhan untuk menyediakan fasilitas pencegahan pencemaran dan menjamin pelabuhan yang berwawasan lingkungan (Ecoport).

Menhub Budi Karya Sumadi menerima gelar Doktor Kehormatan UGM, Senin (23/5/2022).Menhub Budi Karya Sumadi menerima gelar Doktor Kehormatan UGM, Senin (23/5/2022). (Foto: dok istimewa)

Ecoport adalah istilah pelabuhan yang dalam manajemen dan operasionalnya memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi, dan terutama lingkungan, jadi tidak hanya berbasis kepada bisnis semata.

Peraturan untuk menjamin dan memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan itu diatur dalam Permenhub nomor PM 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut yang telah diubah dengan Permenhub nomor PM 146 tahun 2016 (pasal 19 ayat 2).

Selain soal green port, Budi Karya juga memaparkan tentang pengembangan transportasi berkelanjutan. Di antaranya kereta listrik, bis listrik, inaportnet (pelayanan kapal dan barang) di pelabuhan, electric vehicle (EV), dan green airport.

"Secara konsisten transportasi berkelanjutan terus dikembangkan, seperti kereta listrik yang sudah dirasakan di Jawa Tengah dan bus listrik yang sebentar lagi akan kita buat di Bali, Surabaya, dan Bandung," sebutnya.

Budi juga membahas upaya untuk mendukung net zero emission di sektor transportasi darat dengan menerapkan kebijakan ASI (Avoid, Shift, Improve).

"Kita sudah mengaplikasikan 100 mobil listrik untuk operasional, bekerja sama dengan INKA untuk pengembangan bis listrik, kerja sama dengan Kementerian ESDM dalam konversi motor konvensional menjadi motor listrik," pungkasnya.



Simak Video "Ramai Kecelakaan Bus, Menhub Bakal Introspeksi"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/sip)