Menhub Budi Karya Sumadi Terima Gelar Doctor Honoris Causa dari UGM

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Senin, 23 Mei 2022 12:56 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi menerima gelar Doktor Kehormatan UGM, Senin (23/5/2022).
Menhub Budi Karya Sumadi (berdiri paling kanan) menerima gelar Doktor Kehormatan UGM, Senin (23/5/2022). (Foto: dok. istimewa)
Sleman -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerima gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC) dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Pemberian gelar itu termaktub dalam Keputusan Rektor UGM No 483/UN1.P/kpt/Hukor/2022.

Dalam Keputusan Rektor itu, UGM menganugerahkan doktor kehormatan kepada Budi Karya Sumadi atas jasa yang luar biasa dalam pelaksanaan pembangunan transportasi nasional di seluruh Indonesia. Sehingga menjadi bagian dalam memajukan sistem transportasi dan perekonomian bangsa.

"Saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada ketua sekaligus anggota senat universitas, rektor beserta jajaran, dekan Fakultas Teknik UGM, tim promotor yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka penganugerahan Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) di bidang transportasi," kata Budi Karya Sumadi di kampus UGM, Senin (23/5/2022).

Dalam orasi ilmiahnya, Budi Karya menyinggung soal ketidakpastian karena pandemi COVID-19. Indonesia juga disebut masih menghadapi tantangan global lainnya.

"Tantangan global lain seperti kebijakan tapering, kenaikan suku bunga di AS, juga kebijakan tapering yang ada di Inggris dari Bank of England. Selain itu, konflik dari Rusia dan Ukraina mengancam perdamaian dunia dan juga stabilitas ekonomi serta permasalahan perubahan iklim," ucapnya.

Menhub mengatakan, Indonesia sudah mampu keluar dari resesi ekonomi. Indikator ekonomi Indonesia menurut Menhub sudah rebound.

"Triwulan pertama 2022 mampu tumbuh 5,01 persen. Ini lebih baik dibandingkan negara seperti Tiongkok 4,8 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,07 persen, Amerika Serikat 4,29 persen dan Jerman 4,0 persen," bebernya.

Lebih lanjut, Menhub menegaskan transportasi punya andil besar dalam pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur transportasi masih menjadi fokus saat ini.

"Infrastruktur transportasi sangat penting dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mengurangi disparitas pendapatan dan harga," terangnya.

"Transportasi merajut nusantara adalah sistem transportasi yang menjamin konektivitas antar wilayah di nusantara," imbuh Budi.

Membangun transportasi, lanjutnya, bukan hanya membangun bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, atau transportasi. Namun juga membangun keselamatan, sistem keamanan, dan sistem kelayakan.

"Berdasarkan penilaian Bank Dunia dan The Global Economic tahun 2021 kualitas infrastruktur Indonesia secara konsisten naik dan positif sejak tahun 2014,"

Pembangunan infrastruktur transportasi harus memenuhi empat aspek yakni berkeadilan, berkelanjutan, berkeragaman dan kerakyatan. Hal itu sesuai dengan nilai-nilai UGM.

"Arah pembangunan infrastruktur transportasi bergeser dari Jawa-sentris menjadi Indonesia-sentris," tegasnya.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Kemenhub yakni dengan membangun transportasi perintis, program tol laut yang merupakan inisiasi Presiden, jembatan udara, kapal ternak serta pelayaran rakyat.

"Salah satu contoh seperti kita membangun bandara, membangun pelabuhan di Indonesia Timur yang jauh di Maluku di Papua itu sebagai contoh. Selain itu di perkotaan kita juga memberikan by the services untuk mendukung transportasi berkeadilan di wilayah aglomerasi kota-kota besar," pungkasnya.



Simak Video "Ramai Kecelakaan Bus, Menhub Bakal Introspeksi"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/mbr)