Banjir Bandang Putus Jalan di Kulon Progo, BPBD Kerahkan Alat Berat Besok

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Jumat, 20 Mei 2022 15:58 WIB
Kondisi lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Jumat (20/5/2022).
Kondisi lokasi banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Jumat (20/5/2022). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Kulon Progo -

Banjir bandang disertai tanah longsor memutus akses jalan di Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Kamis (19/5). BPBD setempat berencana mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang memutus akses jalan, besok pagi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan, ada tiga titik longsor yang menutup akses jalan di Plampang II. Lokasinya saling berdekatan dan masih satu kawasan tempat terjadinya bencana banjir bandang.

"Untuk longsoran ada 3 titik yang parah, hingga berdampak pada tertutupnya akses jalan. Tiga titik ini semuanya di Plampang II dan hampir berdekatan. Nah untuk pembersihan sementara dilakukan warga, selanjutnya besok pagi akan kami kerahkan alat berat," ucap Joko saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, Jumat (20/5/2022).

Joko menerangkan alat berat yang nanti akan diterjunkan merupakan milik Pemkab Kulon Progo dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Pada siang tadi, tim gabungan sudah cek lokasi untuk menyiapkan langkah-langkah pembersihan termasuk mobilisiasi alat berat.

"Hari ini mereka cek lokasi dan persiapan mobilisasi pembersihan. Untuk pembersihan sendiri akan dilakukan dari dua arah, pertama dari arah Pasar Pripih ke lokasi, dan kedua dari arah Kalurahan Kalirejo," terangnya.

Joko mengatakan material tanah dan batu yang menutup akses jalan itu tidak akan dibuang di sekitar lokasi. Sehingga dalam proses ini akan dikerahkan dump truk.

"Kemudian material itu tidak bisa dibuang sekitar sana, jadi dibawa keluar. Nanti kita kerahkan dump truk," ujarnya.

Disinggung soal penyebab terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Plampang II, Joko mengatakan masih dalam kajian pihaknya. Namun demikian, ada sejumlah faktor yang diduga kuat menjadi penyebab utama peristiwa tersebut, salah satunya soal sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.

Ia menjelaskan di sekitar lokasi ada saluran pembuangan air dari sebuah bukit yang dulunya aktif digunakan sebagai kawasan tambang. Saat hujan intensitas tinggi melanda, air yang harusnya turun ke sungai lewat saluran tersebut, tak bisa mengalir sebagaimana mestinya karena ada sumbatan. Walhasil air jadi meluber hingga memicu banjir.

"Karena intensitas hujan yang cukup tinggi, dan memang lahannya rawan longsor. Kemudian sistem drainase kurang bagus, karena keterbatasan lahan tidak bisa dibangun drainase yang mencukupi, gampang tersumbat, kemudian air tidak bisa lewat gorong-gorong, jadi (air) lewat jalan," terangnya.

Soal adanya aktivitas pertambangan di sekitar lokasi yang dilaporkan memicu bencana itu, Joko belum bisa menyimpulkan. "Sementara kita belum bisa menyimpulkan kerusakan karena tambang. Itu perlu kajian khusus. Yang pasti longsor di bukan di kawasan tambang tapi sebelahnya, dan kalau dampak itu signifikan (akibat aktivitas tambang) kita belum simpulkan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang disertai tanah longsor melanda Dusun Plampang II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (19/5/) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat kejadian ini puluhan warga terpaksa mengungsi dan memutus akses jalan kabupaten di wilayah tersebut.



Simak Video "Ngeri! Cerita Warga Kulon Progo Saat Banjir Bandang Menerjang"
[Gambas:Video 20detik]
(aku/ahr)