Maestro Ketoprak Jogja Bondan Nusantara Meninggal Dunia

Jauh Hari Wawan S. - detikJateng
Rabu, 20 Apr 2022 18:12 WIB
Bondan Nusantara.
Bondan Nusantara. Sampul Buku Bondan Nusantara, Mewajah Kethoprak Indonesia. (Foto: Istimewa)
Yogyakarta -

Mendung menyelimuti dunia seni pertunjukan Indonesia. Salah satu maestro seni pertunjukan tradisional asal Jogja, Bondan Nusantara, meninggal dunia di usia 69 tahun.

Kabar kepergian maestro ketoprak itu dibenarkan sejawatnya sesama seniman Jogja, Bambang Paningron. Menurut Bambang, Bondan meninggal di rumahnya daerah Kasongan, Bantul, sore tadi.

"Benar, Mas Bondan meninggal sore tadi sekitar jam 3 di rumahnya, daerah Kasongan, Bantul," ujar Bambang saat dihubungi wartawan, Rabu (20/4/2022).

Bambang menceritakan kabar kepergian Bondan begitu mendadak. Sebab, sebelumnya tidak ada keluhan sakit apa pun. Bahkan Bondan dan Bambang hari ini harusnya bertemu untuk rapat membahas berbagai hal.

"Tidak gerah, tidak ada apa. Karena tadi pagi itu harusnya rapat sama saya, rapat budaya di dinas tadi pagi tapi tidak rawuh (datang). Kemudian menurut kabar sebenarnya tadi pagi itu sudah bangun tapi mungkin bangunnya kegasikan atau gimana terus sare (tidur) lagi. Terus kemudian dibangunkan tidak mau, disuruh dhahar (makan) tidak mau," ucapnya.

Sepengetahuan Bambang, almarhum tidak pernah mengeluh sakit. Apalagi yang sakit parah.

"Kalau soal masuk angin-masuk angin biasa itu ya biasa ya, tapi maksudnya apakah Mas Bondan punya sakit serius saya kira kok nggak dengar beritanya," ucapnya.

Bagi Bambang yang sudah sejak lama berproses kesenian bersama Bondan, kepergian sejawatnya itu tentu menimbulkan lubang besar. Terutama dalam dunia kesenian ketoprak di Jogja.

Bondan, menurutnya dikenal sebagai sosok yang terus melestarikan ketoprak dan membudayakan ketoprak. Terutama untuk generasi muda.

"Kita itu kehilangan besar ini, besar sekali. Saya masih belum bisa banyak berkata-kata karena masih banyak hal yang perlu dilakukan. Tetapi Mas Bondan ini kan salah satu tokoh maestro yang tidak kenal capek untuk membangun, mengajar, mengembangkan ketoprak melalui generasi muda sekarang," katanya.

Dikutip dari berbagai sumber, semenjak lulus SMP tahun 1970, Bondan Nusantara sudah aktif mengikuti kethoprak keliling 'Dahono Mataram'. Bakatnya diturunkan dari ibunya yang menjadi pemain kethoprak legendaris.

Bondan belajar menulis naskah kethoprak dari Handung Kussudarsana pada tahun 1980. Naskahnya telah dimainkan dan disiarkan di beberapa radio di Yogyakarta, di antaranya di Rasia Lima, Retjo Buntung, dan MBS Kotagede. Dia juga menulis naskah ketoprak sandiwara di TVRI sampai dengan 1999.

Dia juga menjadi sutradara dan penulis naskah untuk Komunitas Seni Dagelan Mataram Baru. Pria kelahiran Yogyakarta, 6 Oktober 1952 ini berani membuat konsep pementasan Kethoprak Plesetan Sapta Mandala Kodam VII Diponegoro pada tahun 1991.

Banyak prestasi serta penghargaan pernah diraihnya, di antaranya sebagai Aktor Terbaik Festival Kethoprak se-DIY (1983); Sutradara Terbaik Festival Kethoprak antar Dati II se-DIY (1984-1986); Sutradara Terbaik Festival Pertujukan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (1987); Juara III Penulisan Cerpen Bahasa Jawa se-Jawa Timur (1993).



Simak Video "Sutradara Ketoprak Yogyakarta Bondan Nusantara Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/rih)