Analisis Cuaca BMKG saat Terjadi Dentuman Misterius di Langit Jogja

Ristu Hanafi - detikJateng
Rabu, 09 Mar 2022 18:31 WIB
Info petir di DIY data pukul 10.25 WIB (3.25 UTC), Rabu (9/3/2022).
Info petir di DIY data pukul 10.25 WIB (3.25 UTC), Rabu (9/3/2022). (Foto: dok Stamet YIA BMKG Jogja)
Yogyakarta -

Heboh dentuman misterius menggelegar di langit Jogja pagi tadi. BMKG melakukan pengamatan kondisi cuaca saat waktu kejadian dentuman, seperti apa analisisnya?

"Data pukul 10.25 WIB, berdasarkan deteksi alat lightning detector tidak terdapat aktivitas petir di wilayah DIY," kata Forecaster Stasiun Meteorologi (Stamet) YIA BMKG Jogja, Nurhadi, saat dihubungi detikJateng, Rabu (9/3/2022).

Sementara itu, dari citra radar cuaca di wilayah DIY juga tidak terdapat aktivitas hujan sedang-lebat yang biasanya disertai kilat/petir.


"Dari citra radar cuaca pukul 10.17 WIB di wilayah DIY juga tidak terdapat aktivitas hujan sedang-lebat karena awan Cumulonimbus yang biasanya disertai kilat/petir," jelasnya.

Citra radar cuaca pukul 10.17 WIB di wilayah DIY, Rabu (9/3/2022).Citra radar cuaca pukul 10.17 WIB di wilayah DIY, Rabu (9/3/2022). (Foto: dok Stamet YIA BMKG Jogja)

Diberitakan sebelumnya, heboh dentuman misterius menggelegar di langit Jogja pagi ini dan menjadi perbincangan di media sosial. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan dentuman itu bukan dari aktivitas Gunung Merapi.

"Terkait suara dentuman yang terdengar oleh sebagian besar masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya pada pukul ±10.00 WIB, dapat kami sampaikan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan Merapi. Seismogram stasiun PUSS pukul ±10.00 tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan," bunyi postingan akun BPPTKG, diikutip detikJateng, Rabu (9/3).

Sementara itu dalam keterangannya, BPPTKG menjelaskan hasil pengamatan aktivitas Gunung Merapi hari ini pukul 06.00-12.00 WIB, secara visual gunung jelas, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 20-50 m di atas puncak kawah.

Kemudian teramati dua kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.200 meter ke arah barat daya. Gempa guguran 33 kali, amplitudo 3-35 mm, durasi 37-191 detik. Dan embusan 1 kali, amplitudo 3 mm, durasi 19 detik. Tingkat aktivitas Gunung Merapi Level III (Siaga).

Akun Twitter Dinas Kominfo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), @kominfodiy, juga memposting informasi soal dentuman tersebut. Disebutkan bahwa dentuman terdengar sekitar pukul 10.00 WIB. Dentuman dipastikan bukan berasal dari aktivitas Gunung Merapi.

"Terkait suara dentuman terdengar oleh sebagian besar masyarakat di DIY dan sekitarnya pada pukul ±10.00 WIB, disampaikan oleh
@BPPTKG bahwa kejadian tsb tidak berkaitan dengan #Merapi," tulis akun @kominfodiy dikutip detikJateng, Rabu (9/3).

Sejumlah warganet pun turut memposting soal dentuman misterius itu. Ada yang menuliskan mendengar dentuman di wilayah Sleman, Kulon Progo, Jogja, bahkan Magelang.



Simak Video "Heboh Dentuman Keras di Depok, Warga Diminta Tak Panik"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/sip)