Kata Pakar UGM soal Geger Tali Pocong Dimaling

Jauh Hari Wawan S - detikJateng
Sabtu, 12 Feb 2022 09:39 WIB
Seorang wanita di Surabaya mengaku pernah mencuri tali pocong jasad orang yang meninggal malam Jumat Legi. Kepada detikjatim, ia menunjukkan tali pocong hasil curiannya.
Seorang wanita di Surabaya mengaku pernah mencuri tali pocong jasad orang yang meninggal malam Jumat Legi. (Foto: Tim detikjatim)
Sleman -

Aksi pencurian tali pocong membuat geger di Sidoarjo, Jawa Timur. Pakar Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut pencurian tali pocong itu jamak terjadi di masyarakat Jawa.

"Kalau saya melihat fenomena pencurian tali pocong itu kelihatannya hampir terjadi di budaya kita, terutama di budaya Jawa," kata dosen Jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, Abdul Jawat Nur, kepada detikJateng, Jumat (11/2/2022).

Jawat mengatakan, tali pocong yang dicuri bisanya digunakan untuk ritual pesugihan. Selain itu, biasanya tali pocong digunakan sebagai salah satu syarat dalam ritual ilmu hitam lainnya.

"Biasanya disamping untuk pesugihan, bisa untuk memperkuat ilmu hitam, sebagai salah satu syarat dalam ritual untuk mencapai peringkat ilmu," ucapnya.

Lebih lanjut, pengambilan tali pocong juga tak melulu di bagian leher atau kepala. "Kalau untuk kekuatan, hanya disyaratkan ambil saja tali pocong, ya mungkin paling gampang di bagian kepala," katanya.

Namun, dalam satu kasus tertentu bukan hanya tali pocong saja yang dicuri. Bahkan ada yang mengambil mayat secara utuh.

"Kalau tidak salah di Kabupaten Semarang yang mengambil mayat secara utuh. Jadi orang meninggal di Selasa Kliwon sudah ditunggu ternyata ada yang menggali lubang dari lokasi makam. Setelah dibongkar mayatnya sudah tidak ada," jelasnya.

Proses pengambilan mayat atau tali pocong itu tergantung pada ilmu orang yang mengambil. Jika ilmunya tinggi, maka tak perlu sampai repot menggali. Ada juga yang menggali menggunakan tangan kosong.

"Kalau ilmu tinggi, hanya membaca mantra dan mengentakkan kaki di tanah makam itu mayatnya keluar," paparnya.

Aksi pencurian tali pocong tak hanya pada Jumat Legi

Jawat menyebut, pengambilan tali pocong bisa dilakukan di hari selain Jumat Legi. Hal itu tergantung pada permintaan guru yang mengajarkan ilmu hitam kepada muridnya.

"Jadi kalau menurut saya itu apakah menentukan hari Jumat Legi, Jumat Kliwon, Selasa Kliwon, itu tergantung gurunya," kata Jawat.

"Kalau gurunya memerintahkan diambil pada Jumat Legi, tentu orang yang mempelajari ilmu hitam itu akan melakukan," imbuhnya.

Sepengetahuan Jawat, pencurian tali pocong yang dilakukan masyarakat Jawa itu banyak terjadi pada Selasa Kliwon. Oleh karena itu orang yang meninggal di Selasa Kliwon proses pemakamannya dibuat mundur untuk menghindari pencurian tali pocong.

"Kalau tidak (dimundurkan waktu penguburannya), kuburannya itu dijaga oleh masyarakat setempat dengan menjaga berbagai macam wirid," tuturnya.

Waktu pengambilan tali pocong, lanjut Jawat, juga memiliki keistimewaan masing-masing. Seperti Selasa Kliwon, misalnya. Biasanya digunakan dalam ritual pesugihan.

"Kalau yang Selasa Kliwon biasanya untuk pesugihan, kalau Jumat Legi kemungkinan besar untuk kekuatan ilmu hitam, bisa untuk istilahnya membuat orang yang membawa itu tidak bisa dilihat. Dan juga untuk menambah kesaktian orang yang mengambil," jelasnya.

Kurangnya Pemahaman Agama

Menurut Jawat, fenomena ini masih terjadi di era sekarang dikarenakan orang-orang ingin mendapatkan hal besar tapi dengan cara instan. Misalnya untuk kekayaan. Mereka orang-orang yang kurang dalam pemahaman agama.

"Semacam budaya dalam tanda kutip, kalau budaya itu kan susah dihilangkan. Jadi walaupun hidup di zaman milenial pikirannya masih tradisional. Ketika ingin meraih sesuatu ingin cara yang instan dengan mengambil tali pocong orang yang mati di hari-hari tertentu itu," ucapnya.

"Rata-rata orang yang ambisi kuat dan pemahaman agamanya kurang kan bisa juga nekat," imbuhnya.

Meski begitu, Jawat menyebut ada risiko yang harus diterima bagi orang yang mencuri tali pocong.

"Yang saya temukan itu mereka yang mengambil tali pocong itu anaknya sakit-sakitan. Memang dari gurunya itu bisanya memberi tahu kalau mau ini nanti efeknya seperti ini," ucapnya.

Sepengetahuan Jawat, kasus pencurian tali pocong ini hanya terjadi di pulau Jawa. "Jawa Tengah itu paling banyak, di Jawa Timur juga ada, Jawa Barat juga ada," ucapnya.

Jawat mengatakan 'budaya' semacam ini sudah ada sejak zaman dulu. Semuanya terkait dengan ilmu hitam. "Kalau ditanya bermula sejak kapan, mungkin sejak zaman dulu sudah ada, dan itu terkait dengan ilmu hitam," imbuhnya.



Simak Video "Museum Ini Pamerkan Tali Pocong hingga Keranda Mayat, Berani Mampir?"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/dil)