Puncak Hari Desa di Boyolali Bakal Dihadiri 30 Ribu Orang, Ini Rangkaiannya

Puncak Hari Desa di Boyolali Bakal Dihadiri 30 Ribu Orang, Ini Rangkaiannya

Jarmaji - detikJateng
Jumat, 09 Jan 2026 18:09 WIB
Puncak Hari Desa di Boyolali Bakal Dihadiri 30 Ribu Orang, Ini Rangkaiannya
Bupati Boyolali Agus Irawan bersama sejumlah pejabat Pemkab Boyolali menyampaikan konferensi pers terkait Hari Desa Nasional 2026 di kantornya, Jumat (9/1/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 diperkirakan bakal dihadiri lebih dari 30 ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Boyolali telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tamu-tamu mulai dari perangkat desa hingga pemerintah pusat itu.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan berbagai kegiatan rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026 itu telah dipersiapkan. Sejumlah rangkaian kegiatan tersebut mulai dari gerakan bakti desa, jalan sehat dan CFD, semi final hingga final Liga Desa Nasional, lomba e-sport, pameran potensi unggulan desa, seminar, pasar murah hingga seremoni puncak acara peringatan pada tanggal 15 Januari 2026.

"Tentunya beberapa rangkaian (kegiatan) sudah kami persiapkan semuanya, akan kita mulai di tanggal 10 (Januari) besok hari Sabtu, itu ada gerakan bakti desa atau bersih-bersih rumah ibadah," ujar Bupati Boyolali, Agus Irawan, dalam konferensi pers kepada para wartawan di kantornya Jumat (9/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, menjadi tuan rumah event nasional ini merupakan momen yang bagus untuk Kabupaten Boyolali. Melalui kegiatan ini, akan bisa lebih memperkenalkan Kabupaten Boyolali ke tingkat nasional.

"Peringatan Hari Desa nanti, diperkirakan bahwa nanti akan dihadiri lebih dari 30 ribu peserta. Rangkaiannya dimulai tanggal 10 sampai nanti puncaknya di tanggal 15 (Januari 2026)," kata Agus.

ADVERTISEMENT

Seremoni puncak acara akan berlangsung di kawasan Kebun Raya Indrokilo, di wilayah Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo. Bupati menyatakan telah mempersiapkan tempat dengan luas sekitar 2,5 hektare yang mampu menampung kisaran 30 ribu peserta.

Agus menjelaskan berbagai persiapan telah dilakukan bersama instansi terkait agar acara nasional ini berjalan dengan sukses, aman dan lancar. Termasuk rekayasa lalulintasnya agar tidak sampai terjadi kemacetan.

Agus mengatakan dalam puncak acara nanti dijadwalkan akan ada 16 menteri beserta jajarannya yang akan hadir. Sedangkan untuk kehadiran Presiden dan Wakil Presiden, masih menunggu informasi lebih lanjut.

"Kabar terakhir ada 16 menteri beserta jajarannya nanti akan hadir di Kabupaten Boyolali," terangnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali dimulai Sabtu (10/1) besok. Agenda diawali dengan Gerakan Bakti Desa dengan pembersihan rumah ibadah dan lingkungan.

"Untuk di Kabupaten Boyolali akan dilaksanakan di 10 titik desa dan untuk ceremonialnya akan dilaksanakan di Desa Urutsewu, Ampel, pembersihan Pura di sana," kata Ari.

Kemudian pada hari Minggu (11/1) akan ada jalan sehat dan donor darah. Juga dimulai laga semifinal liga desa nasional, lomba e-sport. Pada tanggal 12 Januari akan digelar coaching Koperasi Desa dan BUMDes.

Sedangkan di tanggal 14 Januari akan digelar pameran potensi unggulan desa, pasar murah, seminar dan loka karya serta layar tancap. Puncak acara digelar pada tanggal 15 Januari. Pada hari itu juga akan digelar tasyakuran dengan pagelaran wayang kulit dengan lakon Semar Bangun Desa.

Sejumlah Pabrik dan Sekolah akan Dilburkan

Asisten I Setda Boyolali, M Arief Wardianta, mengatakan rekayasa arus lalu lintas telah disiapkan. Juga pengaturan kantong parkir, rute tamu VIP, VVIP dan tamu dari desa se-Indonesia.

"Untuk pengaturan itu kita ikut dari Polres Boyolali. Kemarin kita sudah rapat beberapa kali," kata Arief.

Arief mengatakan kawasan Desa Butuh merupakan kawasan industri dengan tenaga kerja mencapai puluhan ribu. Oleh karenanya, pada puncak Hari Desa pada 15 Januari mendatang sejumlah pabrik di sekitar lokasi diliburkan dan diganti di hari yang lain.

"Jumlah tamu undangan ini kalau kita sandingkan dengan jumlah para pekerja beberapa pabrik yang ada di situ, hampir sepadan. Kekhawatiran kita, kalau nanti mungkin jam datang masuk dan pulang itu hampir bersamaan, nanti bisa stuck. Kemarin akhirnya kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi, Kemudian juga dengan Kementerian Tenaga Kerja. Nanti untuk pabrik-pabrik itu bukan diliburkan, tetapi diganti. Hari itu tidak operasional tapi diganti ke hari yang lain," jelas Arief.

"Kemudian kalau gantinya kapan dan sebagainya, ini kita persilakan otoritas dari manajemen perusahaan untuk berdiskusi dengan tripartit," sambung dia.

Arief mengungkapkan pihaknya sudah mengumpulkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera berkoordinasi dengan tripartit dan serikat pekerja di perusahaan. Pabrik tersebut nantinya juga akan dipinjam sebagai lokasi drop off dan parkir VIP, VVIP.

"Termasuk nanti beberapa sekolah, seizin Pak Bupati kemarin, kita diskusikan juga dengan Polres, dengan jajaran Diknas, jajaran KCD (Kantor Cabang Dinas) Provinsi, nanti beberapa sekolah, tapi saya pastinya sudah belum ini ya. Nanti beberapa sekolah sesuai dengan asesmen kita dan Polres, nanti juga akan di ee belajar di rumah," tambahnya.

Sekolah yang siswanya diminta belajar di rumah itu terutama yang berada di jalur atau rute yang diperkiakan akan macet. Yaitu jalur-jalur yang menuju ke lokasi acara di Desa Butuh.

Juga untuk pabrik-pabrik yang diliburkan, lanjut dia, sesuai asesment yang berlokasi di sepanjang mulai dari pertigaan Randusari, Teras sampai dengan Tugu Keris, Mojosongo.

Halaman 2 dari 2
(ams/afn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads