Luthfi Bicara Proyeksi Jateng 2026: Swasembada Pangan hingga Genjot Investasi

Luthfi Bicara Proyeksi Jateng 2026: Swasembada Pangan hingga Genjot Investasi

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 31 Des 2025 16:46 WIB
Luthfi Bicara Proyeksi Jateng 2026: Swasembada Pangan hingga Genjot Investasi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (31/12/2025). Foto: dok. Pemprov Jateng
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, memaparkan proyeksi program yang bakal dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng pada 2026. Adapun program yang dicanangkan yakni mulai dari mendukung swasembada pangan hingga menggenjot investasi.

Hal itu dipaparkan Luthfi dalam acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, seluruh asisten Setda Jateng, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para kepala BUMD Jateng.

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengatakan, dirinya dan Taj Yasin telah membuat road map dan blue print pembangunan Jateng untuk lima tahun ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah membuat suatu road map atau blue print tentang pembangunan di Jawa Tengah," kata Luthfi seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (31/12/2025).

ADVERTISEMENT

Luthfi menyebut road map pembangunan di Jateng tersusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng. Pembangunan itu dilakukan dengan mengusung semangat kolaborasi berbagai stakeholder.

"Arah pembangunan sudah jelas. Pada 2025 telah kita siapkan terkait dengan infrastruktur. Jadi infrastruktur ini kita gunakan untuk menyiapkan agar 2026 bisa take off kepada program yang lebih berkepentingan atau berpihak kepada rakyat," tuturnya yang didampingi Taj Yasin.

Adapun infrastruktur yang disiapkan yakni mulai dari infrastruktur sumber daya manusia, infrastruktur sarana prasarana meliputi jalan dan lain sebagainya, infrastruktur pertanian, serta infrastruktur yang bakal mendukung program pada 2026.

"Kalau infrastruktur itu sudah disiapkan pada 2025, maka 2026 nanti Provinsi Jawa Tengah memiliki dasar untuk mendukung program pemerintah pusat, dalam hal ini adalah swasembada pangan," jelas Luthfi.

Luthfi menerangkan program infrastruktur ini untuk memproyeksikan Jateng sebagai lumbung pangan nasional dan mendukung industri nasional.

Lebih lanjut, Luthfi juga menegaskan akan terus menggenjot investasi di tahun depan. Luthfi optimistis dengan infrastruktur yang disiapkan bakal mempercepat pembangunan di Jateng.

"Pada 2026, iklim investasi harus kita genjot, sehingga tidak terlalu mengandalkan APBD dan PAD semata. Investasi ini menjadi prioritas utama. Dengan sudah disiapkannya infrastruktur, maka kecepatan pembangunan di wilayah kita akan meningkat," paparnya.

Selain itu, Luthfi juga membeberkan capaian kinerja selama 2025 yang menunjukkan tren positif. Tercatat, pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga triwulan III tahun 2025 mencapai 5,37% secara year on year (YoY), atau lebih tinggi dari nasional (5,04% YoY).

Tren positif juga terjadi dalam realisasi investasi di Jateng hingga triwulan III 2025 yang mencapai Rp 66,13 triliun. Tren positif tersebut juga seiring dengan penyerapan tenaga kerja di Jateng mencapai 326.462 orang yang menjadi tertinggi kedua se-Jawa.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jateng hingga Agustus 2025 turun hingga turun 0,12% menjadi 4,66%. Selanjutnya, angka kemiskinan di Jateng per Maret 2025 mencapai 9,48% atau turun dibandingkan September 2024 yang mencapai 9,58%.




(ams/aku)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads