Bikin Bangga, Pemprov Jateng Berhasil Sabet 40 Penghargaan Selama 2025

Bikin Bangga, Pemprov Jateng Berhasil Sabet 40 Penghargaan Selama 2025

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 30 Des 2025 18:27 WIB
Bikin Bangga, Pemprov Jateng Berhasil Sabet 40 Penghargaan Selama 2025
Sederet penghargaan yang diterima Pemprov Jateng selama 2025. (Foto: Dok. Pemprov Jateng)
Semarang -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih setidaknya 40 penghargaan dari berbagai lembaga selama 2025 sebagai bukti kerja yang dilakukan mendapat apresiasi dari banyak pihak. Meski begitu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menyampaikan sederet penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhirnya.

"Tapi pengingat agar kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak, melayani masyarakat, menjaga integritas, menstabilkan ekonomi, dan membuka ruang investasi seluas-luasnya," ungkap Luthfi dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (30/12/2025).

Adapun 40 penghargaan yang diterima Pemprov Jateng berasal dari kementerian, lembaga negara, media nasional maupun lokal, MURI, hingga organisasi masyarakat. Berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, pengendalian inflasi, hingga investasi, mendapat sederet penghargaan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sederet penghargaan yang diterima Pemprov Jateng selama 2025.Sederet penghargaan yang diterima Pemprov Jateng selama 2025. Foto: Dok. Pemprov Jateng


Di sektor pelayanan publik bidang kesehatan, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemprov Jateng dinilai berhasil menghadirkan layanan kesehatan spesialis yang lebih merata dan mudah diakses hingga ke pelosok desa.

ADVERTISEMENT

Speling pun berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan. Salah satunya yakni membuat angka stunting di Jateng berhasil di bawah angka nasional. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Jateng pada 2025 tercatat 17,1 persen yang lebih rendah dari rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen.

Atas capaian tersebut, Jateng mendapat penghargaan intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional I dari Kementerian Kesehatan. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cermin upaya panjang menjaga generasi masa depan.

Selanjutnya, Kementerian Dalam Negeri bersama Tempo Media Group menilai Jateng sebagai provinsi dengan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan terbaik. Prestasi itu didapat Jateng dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025.

Di sektor kesehatan lingkungan, Jateng meraih penghargaan Swasti Saba 2025. Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi pembinaan kabupaten dan kota sehat.

Di bidang tata kelola, Jateng berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut.

Selain itu, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 Gubernur Luthfi menerima dua penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menegaskan bahwa integritas tetap menjadi fondasi pemerintahan.

Dalam sektor stabilitas ekonomi, Pemprov Jateng pun kembali dinobatkan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah berkinerja terbaik kawasan Jawa-Bali 2025. Pemprov Jateng melakukan strategi pengendalian melalui keterjangkauan, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi publik yang intensif. Luthfi pun menerima penghargaan sebagai Pemimpin Percepatan Ekonomi Daerah 2025 dan Pioneer of Economic Empowerment.

Selain itu, apresiasi datang dari Citalokafest 2025 sebagai pendorong aglomerasi Solo Raya hingga pengakuan sebagai provinsi terbaik dalam program penyediaan perumahan. Prestasi tersebut menunjukkan pendekatan kolaboratif pembangunan di Jateng.

Tak berhenti di situ, beberapa penghargaan dalam bidang inovasi pemerintahan dan industri hijau pun didapat Pemprov Jateng. Bahkan gagasan Luthfi tentang upaya menyelamatkan pesisir pantai utara di Jateng dari abrasi, dibukukan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Mageri Segoro hadir sebagai ikhtiar kolektif membangun perlindungan pantai melalui tanggul laut terpadu, rehabilitasi mangrove, dan penataan kawasan pesisir.




(alg/aku)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads