Bea Cukai Surakarta Dampingi Perusahaan Jepang Lirik UMKM Solo Raya

Bea Cukai Surakarta Dampingi Perusahaan Jepang Lirik UMKM Solo Raya

Erika Dyah - detikJateng
Jumat, 30 Sep 2022 17:57 WIB
Bea Cukai
Foto: Bea Cukai
Jakarta -

Bea Cukai Surakarta mendampingi 2 perusahaan Jepang dalam kunjungannya ke Indonesia, khususnya wilayah Solo Raya. Kedua perusahaan tersebut antara lain perusahaan Buyer Bond Shoji, Co., Ltd. dan perusahaan desain Actbureau, Co., Ltd.

Staf Seksi Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Bea Cukai Kota Surakarta, Intania Riza mengatakan kunjungan yang berlangsung pada 27-28 September 2022 ini merupakan hasil kerja sama antara Kedutaan Jepang dan Bea Cukai Surakarta. Dalam kunjungan ini, Bea Cukai Surakarta turut mendampingi para buyer mengunjungi UMKM yang berada di wilayah kerjanya.

Adapun UMKM yang dimaksud bergerak di bidang kerajinan handycraft dan furnitur. Beberapa di antaranya adalah Surya Abadi Furniture, CV. Vinoce Indonesia, PT. Abhirama Kresna, dan PT. Wirasindo Santakarya (WISANKA).


"Kunjungan yang dilakukan ke Kabupaten Sukoharjo dan Klaten ini adalah hasil tindak lanjut kegiatan sebelumnya di mana pengusaha ini pernah mengirim perwakilannya untuk meninjau beberapa pabrik dan akhirnya pada kunjungan kedua ini para pemimpin perusahaan juga turut serta," ungkap Intania dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Ia menyebutkan para pengusaha tertarik dengan produk dari UMKM di Solo Raya karena adanya katalog yang diproduksi oleh masing-masing pabrik. Katalog ini memudahkan mereka memilih produk-produk yang diinginkan. Selain itu, produk dan material yang dihasilkan oleh pabrik UMKM di Indonesia juga merupakan produk yang berkualitas tinggi dan sulit dicari di negara lainnya karena telah mengedepankan kualitas.

Lebih lanjut, ia mengatakan kunjungan ini meliputi perkenalan perusahaan dan produk yang dihasilkan oleh masing-masing pabrik. Juga kunjungan ke showroom tempat pameran hasil produk dan terakhir kunjungan ke proses produksinya.

Menurut Intania, para pengusaha merasa puas dengan produk Indonesia bahkan menilai desain pabrik di Indonesia tidak kalah dengan desain dari Eropa. Namun, mereka menyayangkan belum banyaknya perusahaan Jepang yang mengetahui hal ini.

Untuk itu, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Agung Setijono menegaskan pentingnya perusahaan UMKM memiliki e-catalogue dan situs sendiri untuk memasarkan produknya ke luar negeri. Harapannya dengan hal tersebut produk-produk lokal dapat dikenal dan menggenjot kegiatan ekspor.



Simak Video "Polda Jateng-Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu Afrika Rp 500 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)