Tiga pelaku perusakan, penganiayaan, dan pencurian di Bus Ub-18 Persib di KM 360 Batang telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengungkap peran ketiga tersangka yakni BPA (33), HH (26), dan MF alias T (26).
"Polresta Batang telah menetapkan 3 tersangka. Ketiganya mempunyai peranan berbeda-beda," kata Kapolresta Batang Kombes Warsono saat ditemui di Mapolresta Batang, Senin (19/10/2026).
"Tersangka BPA diduga terlibat dalam pemukulan terhadap korban serta melakukan pelemparan batu ke arah bus," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPA diamankan beberapa jam setelah kejadian berkat kerja sama polisi dengan petugas PJR Cikampek. Pada saat diamankan, petugas juga menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan penggunaan narkotika.
"Dari hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan positif mengonsumsi sabu dan ganja. Temuan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," kata Warsono.
Warsono mengatakan, berdasarkan perkembangan penyidikan, petugas berhasil mengamankan tersangka lainnya berinisial HH di wilayah Bogor pada 15 Oktober 2026.
"HH ini diduga melakukan pelemparan batu ke arah kaca bus serta menggunakan traffic cone dan stik cone yang mengenai badan bus," katanya.
Pada 15 Oktober 2026, polisi juga berhasil mengamankan MF alias T di wilayah Jakarta Barat.
"MF alias T diduga mengambil dua koper milik pemain dan official Persib U-18 dari bagasi bus pada saat kejadian," jelasnya.
Seperti diketahui, peristiwa tersebut bermula ketika satu unit bus yang membawa pemain, official, dan manajemen Persib Bandung U-18 dalam perjalanan pulang dari Solo menuju Bandung berhenti di rest area 360 B sekitar pukul 21.00 WIB.
"Pada saat bersamaan di lokasi tersebut telah terdapat beberapa bus yang membawa rombongan suporter Persija Jakarta yang juga sedang dalam perjalanan pulang," ungkapnya.
Ketika sejumlah penumpang bus Persib U-18 turun menuju toilet, salah satu official diketahui mengenakan pakaian bertulisan 'Persib Bandung'. Tulisan itu kemudian memicu perselisihan dengan beberapa orang yang berada di lokasi.
"Perselisihan berkembang menjadi tindakan kekerasan. Seorang korban berinisial PP yang merupakan bagian dari tim Persib Bandung mengalami pemukulan hingga akhirnya berusaha menyelamatkan diri dan bersembunyi di sekitar rest area," katanya.
Dalam situasi tersebut, bus yang membawa rombongan Persib U-18 juga dikerumuni sejumlah orang. Pengemudi kemudian berusaha membawa bus meninggalkan lokasi. Namun, saat bus bergerak, terjadi pelemparan menggunakan batu yang mengakibatkan kaca bus pecah. Selain itu juga terdapat tindakan menggunakan traffic cone dan stik cone yang mengenai bagian badan bus.
Akibat kejadian tersebut, korban PP mengalami luka robek pada bagian dalam hidung, memar dan bengkak pada wajah, serta bengkak pada bagian kepala, dan selanjutnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Batang.
Sementara itu bus mengalami kerusakan berupa pecahnya kaca bagian belakang serta kerusakan pada bagian bodi dengan nilai kerugian yang dilaporkan sekitar Rp 10.000.000.
Tidak berhenti pada tindakan kekerasan dan perusakan, penyidikan juga menemukan adanya dugaan pencurian barang milik pemain dan official Persib U-18. Pada saat kejadian, pintu bagasi bus dalam keadaan terbuka.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, terdapat barang berupa koper milik pemain dan official yang diambil dari bagasi tersebut," pungkas Warsono.
(apl/dil)
