Seorang pria di Brebes mendatangi polsek dan membuat pengakuan mengejutkan. Dia mengaku telah membunuh dan memutilasi jasad ayahnya.
Narasi ini beredar di media sosial, salah satunya diunggahakun Instagram @brebeshitstitz. Akun itu menarasikan adanya pria yang mendatangi Polres Kersana pada Kamis (15/10) dan membuat pengakuan bahwa dirinya telah membunuh dan memutilasi ayah kandungnya.
"Warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihebohkan oleh pengakuan seorang pemuda yang diduga membunuh dan memutilasi ayah kandungnya. Pada Kamis (15/10/2026), pemuda tersebut dilaporkan mendatangi Polsek Kersana secara sukarela untuk mengakui perbuatannya," tulis akun itu dikutip detikJateng, Sabtu (17/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diminta konfirmasi, Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi Winarko, membenarkan adanya peristiwa ini. Ia menegaskan polisi masih menyelidiki soal pengakuan HS.
"Masih dalam penyelidikan. Tadi olah TKP untuk hasilnya yang lebih tau Inafis," kata Kapolsek Kersana melalui pesan singkat hari ini.
Dirkrimum Polda Jateng Kombes Anwar Nasir yang diminta konfirmasi soal ini juga belum bicara banyak. Ia menyebut pemuda itu telah diamankan di Polres Brebes.
"Sudah diamankan anak tersebut di Polres Brebes," sambungnya. Belum ada keterangan lebih lanjut soal peristiwa ini.
Berdasarkan penelusuran detikJateng, pria yang dimaksud berinisial HS. Rumah HS kini nampak digaris polisi.
Dua tetangga sekaligus kerabat HS, yakni Ina dan Taryono, yang ditemui detikJateng pun mengaku tak mengetahui soal peristiwa itu. Keduanya hanya menjelaskan soal sosok HS dan mengonfirmasi soal ketiadaan ayah HS beberapa waktu ini.
Kerabat sekaligus tetangga HS lainnya bernama Ina (50) menjelaskan, selama ini orang tua HS tidak bekerja dan kerap memaksa minta rokok. Sepengetahuan Ina, ayah HS jarang pulang karena merantau berjualan siomay di Kota Tegal. Sehingga keluarga tidak curiga jika memang ayah HS benar benar sudah meninggal.
"Nggak ada yang merasa curiga. Kata HS memang ayahnya lagi jualan siomay menggunakan sepeda motor. Kalau istrinya butuh uang dan tanya keberadaan ayahnya, HS selalu mengatakan bahwa kebutuhan keluarganya dia yang tanggung," ungkapnya, Sabtu (17/10).
Sebagai bibi, Ina mengenal HS sebagai sosok pemuda yang penurut dan pendiam. Dia sangat menyayangi ibu dan kedua adiknya yang saat ini masih sekolah. HS, terus Ina, bekerja di salah satu pabrik sepatu. Dia bekerja di pabrik itu usai lulus SMA.
Sementara kerabat HS lain mengaku tidak tahu soal peristiwa yang dilakukan HS. Ia mengaku baru tahu HS mengaku membunuh ayahnya usai polisi mendatangi rumah HS.
"Saya kaget, tiba-tiba ada polisi yang ramai-ramai datang ke rumah dia dan memasang garis polisi. Kita baru tahu informasi dia mengaku membunuh ayahnya juga dari media sosial. Di medsos ramai," kata Taryono, paman HS ditemui Jumat (16/10) kemarin.
