Seorang remaja berinisial D (15) ditangkap karena menyerang seorang wanita yang merupakan gurunya sendiri, ED (29) di Kajoran, Magelang. Pelaku bahkan tega memukul korban menggunakan linggis.
"Kejadian kita mengamankan seorang anak yang berhadapan dengan hukum terkait dengan pencurian dengan kekerasan," kata Kapolresta Magelang Kombes Edy Bagus Sumantri kepada wartawan, Minggu (27/9).
"Diamankan di rumahnya dan dibawa ke Polresta Magelang," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara PS Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, menerangkan hubungan korban adalah guru matematika pelaku di madrasah tempatnya belajar.
"Diduga pelaku itu murid. Terus, korban guru matematika di sekolah itu," kata Ady, Senin (28/9/2026).
Hanya saja, lanjut Ady, korban tidak mengenal pelaku secara dekat.
"Tapi, informasi secara personal tidak kenal dekat. Karena itu kan banyak (siswanya)," tutur Ady.
"Untuk estimasi jarak rumah antara kampung pelaku sama korban sekitar 2 km," imbuhnya.
Korban Dipukul Pakai Linggis
Kasat Reskrim Kompol La Ode memaparkan, pelaku menghujani korban dengan pukulan menggunakan linggis. Selain itu, terungkap motif pelaku adalah hendak merampok rumah gurunya tersebut.
"Alatnya linggis yang kami temukan di TKP. Itu linggis yang digunakan untuk mencungkil jendela. Iya, memukul korban (pakai linggis)," papar La Ode.
Ia mengatakan pelaku sengaja membawa linggis itu untuk membobol rumah korban dalam perampokan yang terjadi pada Senin (21/9) itu.
"Sudah dipersiapkan, sudah dipersiapkan, sudah dibawa. Kami mengidentifikasinya itu lewat CCTV, kemudian keterangan korban juga mengenai ciri-ciri pelaku sehingga kami langsung bisa mengidentifikasi karena ada beberapa petunjuk." jelasnya.
Setelah berhasil masuk, pelaku kemudian mencari barang-barang di rumah korban. Namun, korban memergoki aksinya hingga D panik dan menganiaya korban.
"Jadi setelah tersangka, eh pelaku anak ini masuk, mencari barang, mencari uang, tiba-tiba ini korban sadar, sehingga spontan menutup pintu tapi langsung didobraklah masuk, kemudian terjadilah itu penganiayaan itu. Mungkin panik anaknya sehingga langsung melakukan kekerasan terhadap korban," jelasnya.
La Ode memastikan pelaku melakukan aksinya karena motif ekonomi. Ia juga masih mendalami apakah pelaku pernah beraksi di tempat lain.
"Motifnya jadi kalau secara umum motif ekonomi ya. Jadi anak ini banyak kebutuhan, mau beli sesuatu tapi tidak ada uang, tidak ada kemampuan finansial sehingga nekat melakukan tindakan pencurian," ujarnya.
Kapolresta Magelang Kombes Edy melanjutkan, pelaku dibekuk pada Sabtu (27/9). Penanganannya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Magelang.
"Diproses oleh PPA karena masih di bawah umur. Statusnya anak yang berhadapan dengan hukum," tambahnya.
