Cerita Pengurus RW Ortu Mozza Cari Anaknya di Kos yang Dihuni Very Modal GPS

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 05 Sep 2026 17:11 WIB
Kos yang sempat dihuni pembunuh Mozza Axillia Gunarsa (17), bernama Mahendra Very Dwi Anggara (22), di Gang Garuda RT4/RW12, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Sabtu (5/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Mozza Axillia Gunarsa (17) dibekap hingga lemas oleh Mahendra Very Dwi Anggara (22) di sebuah kamar kos di kawasan Candisari, Kota Semarang. Orang tua Mozza pun sempat mencari anaknya ke kos tersebut bermodalkan GPS.

"Beberapa bulan lalu, ada sih bapak ibu nanya, 'Pak, saya mau tanya, ini GPS-nya di sini'," kata Sekretaris RW 14, Didik, saat ditemui detikJateng di rumahnya, Sabtu (5/9).

Didik menyebut, GPS itu dipasang di motor milik Mozza. Tetapi orang tua Mozza tak kunjung bertemu anaknya yang saat itu telah tewas.

"'Ibu kok tahu motornya di sini? Karena motor itu saya pasangi GPS'. Setelah dicari-cari kok nggak ada ya motornya mbak korban, si Mozza," ungkap Didik mengulang percakapan dengan orang tua Mozza.

Dia menyebut, motor milik Mozza sudah tidak ada di kos. Diduga, GPS tersebut dilepas dari motor.

"Sudah nggak ada. Bisa jadi (GPS dilepas dari motor)," terangnya.

Disebutkan, orang tua Mozza menunggu dari magrib hingga sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka juga sempat memutari gang tersebut.

"Kasihan itu naik ke atas, kembali ke titiknya di sini. Itu malam. Makanya saya nanya, 'kenapa kok ke sini kayak orang bingung. Saya lagi nyari anak saya, dia bawa motor. Sudah lama nggak pulang," tuturnya.

Very Sempat Pinjam Lakban

Didik melanjutkan, Very ternyata pernah meminjam lakban kepada tetangga kosnya saat terdengar cekcok di kamarnya. Pada momen itulah, diduga Very membunuh Mozza.

"Dari cerita tetangga kamarnya, saat itu terdengar keributan sesaat (di kamar yang disewa Very). Dia (tetangga kamar Very) pikir 'alah orang pacaran kamar sebelah'. Kalau tetangga kamar itu nggak paham persoalannya apa," kata Didik.

Saat terdengar kegaduhan, Very meminjam lakban ke tetangga kamarnya. Namun saat dikembalikan, lakban tersebut sudah habis.

"Setelah itu si pelaku pinjam lakban ke tetangga kamarnya. Lakban itu tahu-tahu habis," jelas Didik.

Tetangga kos tersebut belum pernah berinteraksi dengan Very. Dia berhubungan dengan Very saay meminjamkan lakban.

"Akhirnya ada interaksi saat pinjam lakban," sebut Didik.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap setelah penemuan kerangka di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan pelaku Very yang ditangkap pada Kamis (3/9).

Belakangan diketahui kerangka manusia itu adalah Mozza Axillia Gunarsa (17) yang dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan bukti berupa chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel yang dimiliki orang tuanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025. Diketahui, dia dihabisi dengan cara dicekik di kamar kos wilayah Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Pembunuhan ini dilakukan setelah korban dengan pelaku terlibat cekcok karena cemburu.

Setelah dibunuh, jenazah Mozza dimasukkan ke dalam karung. Pelaku lalu membuang tubuhnya di jurang Jalan Tol Jangli dengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9).



Simak Video "Menikmati Kuliner Lezat Setelah Berbelanja Oleh-Oleh di Semarang"

(apu/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork