Very Pembunuh Mozza Ternyata Baru 2 Minggu Kos di Candisari Semarang

Very Pembunuh Mozza Ternyata Baru 2 Minggu Kos di Candisari Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 05 Sep 2026 16:59 WIB
Kos yang sempat dihuni pembunuh Mozza Axillia Gunarsa (17), bernama Mahendra Very Dwi Anggara (22), di Gang Garuda RT4/RW12, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Sabtu (5/9/2026).
Kos yang sempat dihuni pembunuh Mozza Axillia Gunarsa (17), bernama Mahendra Very Dwi Anggara (22), di Gang Garuda RT4/RW12, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Sabtu (5/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Mozza Axillia Gunarsa (17) dibunuh Mahendra Very Dwi Anggara (22) di kamar kos di kawasan Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Disebutkan, Very baru tinggal di kos itu selama dua pekan.

Pantauan detikJateng di kos tersebut pada Sabtu (5/9), tampak suasana sekitar sepi. Pun hanya dua orang yang keluar kos meski parkiran dipenuhi motor.

Kos tersebut berlantai dua. Bangunan bercat biru dan putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris RW 14, Didik, membenarkan Very pernah mengekos di wilayahnya. Dia menyebut Very hanya tinggal selama dua pekan.

ADVERTISEMENT

"Kurang familiar dengan muka ini (Very) karena dia cuma dua minggu (tinggal di kos)," kata Didik ditemui di rumahnya tak jauh dari kos, Sabtu (5/9/2026).

Didik mengatakan Very mengaku hanya mencoba tinggal di kos tersebut. Adapun uang sewa kos telah dilunasi dengan pembayaran tunai.

"Katanya yang ini ceritanya pengin coba dulu. Makanya dia langsung bayar, cuma nggak kasih KTP," ucapnya

Very dikatakan tidak berpamitan saat tidak lagi tinggal di kos. Barang-barangnya sudah tidak ada.

"Sepertinya nggak (pamitan). Iya (barangnya sudah tak ada)," jawabnya.

Sementara itu, seorang penghuni kos, Beni (37), menerangkan dirinya mulai tinggal di kos pada awal Juli 2025. Saat itu Very sudah tidak menghuni kos tersebut.

"Kejadiannya kan 25 Juni (2025), aku masuk awal Juli. Kamar (yang sempat dihuni Very) kosong," kata Beni saat ditemui detikJateng di lokasi, siang ini.

Saat hendak tinggal di kos itu, Beni sempat ditawarkan kamar yang pernah dihuni Very oleh pemilik di lantai dua. Namun, dia memilih kamar lain.

"Pas masuk kos, aku sempat ditawari 'mau kamar yang ini apa yang ini'. 'Yang ini (kamar lain) aja, Pak'," ucap Beni sembari menirukan percakapannya dengan pemilik kos saat itu.

Saat ini kamar tersebut telah ditempati orang lain. Adapun tarif kos per bulannya Rp 550 ribu.

"Sudah ditempati kamarnya. Per bulan kalau di sini Rp 550 ribu," terangnya.

Beni tidak mengetahui betul dugaan pembunuhan yang dilakukan Very terhadap Mozza. Dia hanya mengetahui adanya kasus tersebut setelah polisi datang ke kos.

"Nggak ketemu orangnya (Very). (Kos) Khusus laki. Tahu ada kasus itu pas polisi ke sini. Saya nggak ditanya, cuma lewat aja," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan Mozza terungkap setelah penemuan kerangka di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan pelaku Very yang ditangkap pada Kamis (3/9).

Belakangan diketahui kerangka manusia itu adalah Mozza Axillia Gunarsa (17) yang dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan bukti berupa chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel yang dimiliki orang tuanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025. Diketahui, dia dihabisi dengan cara dicekik di kamar kos wilayah Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Pembunuhan ini dilakukan setelah korban dengan pelaku terlibat cekcok karena cemburu.

Setelah dibunuh, jenazah Mozza dimasukkan ke dalam karung. Pelaku lalu membuang tubuhnya di jurang Jalan Tol Jangli dengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9).



(apu/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads