Mozza Axillia Gunarsa (17) dibekap hingga lemas oleh Mahendra Very Dwi Anggara (22) di sebuah kamar kos Gang Garuda, Tegalsari, Candisari, Kota Semarang. Tetangga sebelah kamar korban mengaku sempat mendengar suara teriakan.
Pantauan detikJateng di lokasi, pada Sabtu (5/9/2026), kos tersebut berada tidak jauh dari Jalan Sriwijaya. Saat didatangi pukul 15.00 WIB, pagar kos itu tertutup.
Kos tersebut berada dekat dengan pertigaan gang. Temboknya berkelir dominan putih dengan aksen biru.
Kos tersebut bertingkat dua. Informasi yang dihimpun detikJateng, pelaku menempati kamar nomor 8 yang berada di lantai dua.
Suasana di sekitar kos cukup ramai. Kos itu berada di wilayah padat penduduk. Di sekitar kos, dipenuhi dengan rumah-rumah warga.
Tetangga kos berinisial A menceritakan, dirinya sedang berada di kos pada hari di mana Mozza dibunuh. Ia mengaku mendengar suara keributan dari kamar tersebut.
"Habis dari kamar mandi, lewat di depan kamar dengar ada suara keributan," kata S kepada para wartawan di lokasi, Sabtu (5/9).
S menuturkan suara itu terdengar hingga ke luar. Ia mendefinisikan suara keributan yang didengar seperti orang sedang berantem.
"Hanya suara kayak berantem aja," ujar S.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Sekretaris RW 14, Didik. Ia menyebut saat itu penghuni kos sempat mendengar suara gaduh dari kamar Very.
"Dari cerita tetangga kamarnya, saat itu terdengar keributan sesaat (di kamar yang disewa Very)," kata Didik ditemui di rumahnya tidak jauh dari kosnya, Sabtu (5/9).
Didik mengatakan penghuni kos hanya menganggap pertengkaran sejoli. Tetangga kamar itu tidak paham betul duduk perkaranya.
"Dia (tetangga kamar Very) pikir 'alah orang pacaran kamar sebelah'. Kalau tetangga kamar itu nggak paham persoalannya apa," ungkapnya.
Didik juga menerangkan, tetangga kamar itu tidak begitu mengenal Very. Disebutkan, Very tinggal di kos tersebut lantaran mendapat informasi dari temannya.
"Tetangga kamar itu tidak begitu kenal sama Si Very. Tahu-tahu katanya si Very minat mau kos di sini," terangnya.
Terpisah, Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti mengatakan Mozza dihabisi pada 25 Juni 2025. Korban dibunuh dengan cara dibekap hingga lemas.
"Sekitar pukul 14.00 WIB terjadi keributan di kos tersebut dan pelaku membekap korban selama tujuh menit dengan tangan kosong hingga korban lemas," kata Sriniti saat konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (5/9).
Diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap setelah penemuan kerangka di jurang jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan kerangka ini berawal dari pengakuan Mahendra Very yang ditangkap pada Kamis (3/9).
Belakangan diketahui kerangka manusia itu adalah Mozza Axillia Gunarsa (17) yang dilaporkan hilang pada 28 Juni 2025. Pembunuhan terhadap Mozza ini terungkap usai polisi menemukan bukti berupa chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel yang dimiliki orang tuanya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, pembunuhan Mozza dilakukan pada 25 Juni 2025. Diketahui, dia dihabisi dengan cara dicekik di kamar kos wilayah Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Pembunuhan ini dilakukan setelah korban dengan pelaku terlibat cekcok karena cemburu.
Setelah dibunuh, jenazah Mozza dimasukkan ke dalam karung. Pelaku lalu membuang tubuhnya di jurang Jalan Tol Jangli dengan mengendarai sepeda motor. Kerangka Mozza dievakuasi petugas pada Jumat (4/9).
Simak Video "Menikmati Kuliner Lezat Setelah Berbelanja Oleh-Oleh di Semarang"
(apu/ams)