Seorang karyawan koperasi simpan pinjam (KSP) berinisial T terluka karena dibacok pedang oleh pria inisial W, warga Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan. Begini detik-detik kejadiannya.
Dari pengamatan detikJateng, pedang berlapis stainless steel itu panjangnya sekitar 70 sentimeter. Gagangnya menyerupai samurai.
Bagian atasnya mirip bayonet tentara Sekutu di Perang Dunia I. Pedang berujung runcing itu memiliki garis aliran darah di bagian atas. Mata pedang cukup tajam dan tampak bekas diasah. Pada bagian atas gagang terdapat tulisan Rambo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Klaten Tengah Iptu Alif Akbar Lukman Hakim menjelaskan pedang tersebut dibeli pelaku di pasar.
"Dibeli di pasar. Pengakuan pelaku, pedang tersebut diasah baru sekali setelah pembelian," kata Alif di kantornya, Jumat (24/7/2026).
Alif menerangkan, dari keterangan pelaku, pedang tersebut hanya untuk pajangan. Saat kejadian, pedang itu ada di atas lemari.
"Pelaku awalnya bangun tidur kemudian mengambil pedang di atas lemari," jelas Alif.
Menurut Alif, saat kejadian pelaku mengayunkan pedang tapi ditangkis korban dengan tangan kanan.
"Lukanya sayatan di telapak tangan kanan dan dua jari ikut kena sayatan. Prosesnya masih lanjut, masih kita tangani," ungkap dia.
"(Pelaku) Datang dengan membawa sebilah pedang, langsung mengayunkan ke arah kepala korban. Namun korban dapat menangkis dengan tangan kirinya," sambung Alif.
Diberitakan sebelumnya, korban inisial T (30), warga Jetis, Sukoharjo, dibacok oleh W saat menagih angsuran pinjaman. Kejadiannya sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (21/7) lalu.
"Saat kejadian korban bersama dengan rekannya mendatangi rumah pelaku untuk melakukan penarikan tagihan koperasi KSP," terang Kapolsek Klaten Tengah, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim saat diminta konfirmasi detikJateng.
Berdasarkan laporan, jelas Alif, istri pelaku, yaitu P, mempunyai tanggungan utang yang besarnya hanya ratusan ribu. Karena belum mempunyai uang, P belum bisa memberikan uang angsuran utang kepada korban selaku karyawan dari KSP.
"Yang bersangkutan belum bisa memberikan uang angsuran utang kepada korban selaku karyawan dari KSP. Setelah itu korban meminta untuk mengangsur dulu Rp 50.000 untuk laporan," ungkap Alif.
Namun, lanjut Alif, istri pelaku tetap tidak bisa mengangsur dan akhirnya terjadi cekcok dengan korban. Mendengar ada cekcok, pelaku keluar rumah menanyakan apa yang menjadi permasalahan dengan istrinya lalu kembali masuk rumah.
"Setelah itu pelaku masuk ke dalam rumah dan tiba-tiba datang dengan membawa sebilah pedang langsung mengayunkan ke arah kepala korban. Namun korban dapat menangkis dengan tangan kirinya," sambung Alif.
Karena terluka, sebut Alif, korban menyelamatkan diri dan langsung berobat di RS Cakra Husada Klaten. Selanjutnya korban melaporkan kejadian ke Polsek Klaten Tengah guna penyelidikan lebih lanjut.
Pelaku Serahkan Diri ke Polisi
Pelaku pembacokan itu akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
"Langsung kita tangani, kita lakukan pendalaman, kita cek ke masyarakat. Betul terduga pelaku berada di rumah," kata Kapolsek Klaten Tengah Iptu Alif Akbar Lukman Hakim kepada detikJateng, Kamis (23/7/2026) malam.
Alif mengatakan, setelah berita kejadian tersebut menyebar, pelaku menyerahkan diri ke Polsek.
"Pelaku menyerahkan diri dan langsung diklarifikasi awal. Kita tanyakan perihal bagaimana peristiwa tersebut terjadi," ujar dia.
Menurut Alif, pelaku mengakui telah membacok korban. Penyidik sudah memeriksa korban, saksi, dan terduga pelaku.
