Bayi yang Dibuang di Toilet KA Sancaka Jadi Anak Negara

Bayi yang Dibuang di Toilet KA Sancaka Jadi Anak Negara

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Jumat, 10 Jul 2026 19:48 WIB
Ilustrasi Bantal untuk Bayi Baru Lahir
Ilustrasi bayi. Foto: iStock
Solo -

Bayi lelaki yang dibuang oleh kedua orang tuanya di toilet gerbong Kereta Api (KA) Sancaka 84B relasi Jogja-Surabaya kini menjadi anak negara. Bayi yang diberi nama Bayu Nawasena Bhayangkara itu kini dirawat di RS Bhayangkara Solo.

Bayi itu hasil hubungan terlarang antara pria berinisial HDP (31) warga Semarang, dengan wanita berinisial NIZ (25) warga Tegal. HDP diketahui sudah punya anak dan istri. Bayi itu dilahirkan NIZ pada Rabu (1/7) secara mandiri di rumahnya.

Wakapolresta Solo Kombes Sigit mengatakan kondisi bayi tersebut dalam keadaan sehat dan dirawat di RS Bhayangkara. Bayi itu kini dalam asuhan Dinas Sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti dari Dinsos dengan menjaga bayi ini di RS Bhayangkara tetap sehat. ASI-nya terpenuhi, makannya juga terpenuhi. Jadi anak negara," kata Sigit saat konferensi di Mapolresta Solo, Jumat (10/7/2026).

Kasatres PPA PPO Polresta Solo Kompol Ratna Karlinasari mengatakan, kedua pelaku sempat memiliki rencana untuk menitipkan bayi itu ke panti asuhan. Namun urung dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Kedua pelaku sempat mendatangi sebuah panti asuhan di Jogja," kata Ratna.

Kedua pelaku merencanakan pembuangan bayi itu saat NIZ menyusul HDP di Jogja pada Kamis (2/7). Keduanya sempat bermalam di sebuah hotel di Jogja.

"Dari keterangan tersangka wanita, dia sudah menuju ke panti asuhan, tetapi dari panti asuhan hanya memberikan waktu 3 bulan penitipan," ucapnya.

Namun waktu 3 bulan itu dirasa terlalu singkat. Sebab, NIZ ingin kembali mengambil bayinya ketika dia sudah siap.

Selain itu, dia juga masih menunggu HDP untuk menikahinya. Meski DHP sudah memiliki istri dan dua orang anak.

"Karena rencana dari perempuan itu, dia akan mengambil kembali setelah dia mampu dan menikah dengan laki-laki tersebut," ucapnya.

Keduanya yang berniat membuang bayi tersebut kemudian naik KRL dari Stasiun Lempuyangan, Jogja, menuju ke Solo, pada Sabtu (4/7). Mereka lalu turun di Stasiun Klaten.

Setelah sampai di Stasiun Klaten, keduanya hendak kembali ke Jogja menggunakan KRL. Namun saat berjalan masuk ke KRL, mereka mendapati ada KA Sancaka yang berhenti, kemudian meletakkan bayi tersebut di toilet KA tersebut.

"Karena tidak bisa menitipkan selama yang dia inginkan, kemudian berdua berinisiatif meletakkan bayi di KA atau di tempat umum agar bisa segera ditemukan, dan diambil orang, lalu diasuh orang," jelasnya.

"Mereka penumpang KRL. Kebetulan (KA Sancaka) bersebelahan dengan KRL, jadi dia punya ide itu," imbuhnya.



(afn/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads