Seorang pria dihajar massa usai tertangkap basah tengah mencuri tas di rumah warga Ngaliyan Semarang. Pelaku ternyata merupakan residivis yang baru keluar dari penjara.
Penangkapan maling itu viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini pada Rabu (1/7). Dikatakan, warga berhasil menangkap pelaku usai mencuri di dua lokasi di Ngaliyan pada subuh tadi.
Dijelaskan, ada dua orang yang diduga melakukan aksi pencurian, namun seorang pelaku berhasil kabur. Di Duwet, Ngaliyan, pria tersebut kedapatan mencuri sebuah tas.
Baca juga: Rian Mahendra Balik ke Manajemen PO Haryanto |
"Seorang pria melakukan aksi pencurian
dan berhasil diamankan warga setelah beraksi di dua lokasi berbeda di wilayah Ngaliyan, sekitar waktu subuh. Pelaku awalnya mencuri sebuah tas di kawasan Duwet, kemudian kembali beraksi di lokasi kedua di kawasan Galunggung. Pelaku ini ada 2 orang, 1 tertangkap pelaku 1 kabur. Saat hendak melakukan pencurian di lokasi kedua, pelaku berhasil ditangkap oleh warga dan selanjutnya diserahkan kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng hari ini.
Dalam video tersebut, tampak pria yang diduga maling berguling-guling di tanah dan meminta ampun. Seorang wanita mengatakan jika pelaku tidak tertangkap, maka akan mengulangi perbuatannya.
Terlihat pula lelaki itu ditendang wajahnya oleh warga. Dia kembali merengek meminta ampun.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, membenarkan kejadian tersebut. Pelaku berinisial AS (47), warga Semarang Utara.
Saat itu korban yang salat Subuh mendengar suara congkelan di jendela rumahnya. Korban pun langsung mengecek kamarnya dan mendapati dua orang tengah mengambil tasnya.
"Korban pas salat Subuh mendengar suara kayak nyongkel jendela. Korban ngecek di dalam kamar ada dua orang itu sudah membawa tas," kata Aliet saat dihubungi detikJateng, Rabu (1/7/2026).
Warga yang disatroni rumahnya itu lantas berteriak. Masyarakat langsung menuju lokasi untuk menangkap maling itu.
"Terus teriak-teriak orangnya, terus (maling) dikejar warga," terangnya.
Nahas, AS ditinggal temannya, pun motor yang dikendarai mereka. Polisi tengah mencari pelaku yang kabur itu.
"Motornya kan ditinggal, dia lari, belum ketemu," sebut Aliet.
Aliet menyebut, tas korban berisi uang tunai Rp 3 juta. Kemungkinan kedua maling itu telah mengincar rumah tersebut sebelumnya.
"(Tas berisi) Uang tunai Rp 3 juta. Kayaknya tetap digambar (rumah diincar) dulu, mungkin sehari (sebelumnya)," sebutnya.
AS sempat digebukin oleh warga usai tertangkap. Polisi pun melarikan pelaku ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Sempat dimassa warga. Kondisinya sudah di Polsek, nggak apa-apa cuma ya lebam-lebam. Setelah diamankan, kita bawa ke Puskesmas, terus ada obat rawat jalan," terangnya.
Lebih lanjut, Aliet menyebut AS bolak-balik keluar masuk penjara. Terakhir, pria itu baru empat hari keluar penjara karena kasus pencurian motor.
"Residivis kok, Mas, itu (AS dan temannya yang kabur) pemain semua. (AS) Sudah berkali-kali (masuk penjara), tiga kali atau empat kali gitu. Kemarin itu baru keluar empat hari," pungkasnya.
Simak Video "Menyebrangi Marine Bridge yang Menantang dengan Keamanan Terjamin di Semarang"
(apu/apu)