Napi Lapas Nusakambangan yang Kabur Sempat Ancam Nelayan

Napi Lapas Nusakambangan yang Kabur Sempat Ancam Nelayan

Anang Firmansyah - detikJateng
Selasa, 10 Mar 2026 16:40 WIB
Napi Nusakambangan yang kabur dan tertangkap warga di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Senin (9/3/2026) malam.
Napi Nusakambangan yang kabur dan tertangkap warga di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Senin (9/3/2026) malam. Foto: Dok Warga Kutawaru Cilacap/Wari
Cilacap -

Seorang narapidana yang kabur dari Lapas di Pulau Nusakambangan disebut sempat mengancam seorang nelayan dengan senjata tajam (sajam) saat meminta diseberangkan ke wilayah Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.

Salah satu warga RT 05 RW 02 Kelurahan Kutawaru, Wari menyebut saat berada di perahu, napi tersebut sempat mengancam nelayan dengan senjata tajam yang dibawanya.

"Napinya itu sempat mengancam. Intinya kalau tidak diseberangkan dia membawa senjata. Katanya dari Nusakambangan dia bawa sajam karena sebelumnya berkebun," kata Wari saat dihubungi detikJateng, Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu terjadi Senin (9/3) pukul 19.30 WIB saat warga sedang melaksanakan salat tarawih. Narapidana tersebut diduga menumpang perahu nelayan dari Nusakambangan menuju wilayah Kutawaru.

"Nelayan yang biasa itu ditumpangi napi, seperti dipaksa untuk menyeberang. Kira-kira sekitar jam 19.30 WIB saat tarawih berlangsung," terangnya.

ADVERTISEMENT

Saat itu hanya satu nelayan yang mengangkut narapidana tersebut. Namun nelayan lain ikut mengawal dari kejauhan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Satu nelayan saja yang ditumpangi, tapi temannya mengawal dari jauh karena takut terjadi apa-apa," jelasnya.

Dalam perjalanan, nelayan yang mengawal tersebut juga sempat melaporkan kejadian itu kepada Babinsa setempat.

Setelah tiba di salah satu dermaga di Dusun Ciperet, Kutawaru, narapidana tersebut langsung turun dan melarikan diri melalui pematang sawah. Babinsa bersama warga langsung melakukan penyisiran di area sekitar dermaga, sawah, dan perkebunan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Warga kemudian mengepung sejumlah jalur alternatif yang kemungkinan dilalui narapidana tersebut.

"Akhirnya dia ditunggu muncul ke jalan raya. Tapi dia sempat masuk lagi ke pekarangan warga. Di situ dikepung lagi sampai akhirnya tertangkap di belakang salah satu rumah warga," ungkapnya.

Meski sempat meresahkan warga, pelaku tidak menjadi sasaran amuk massa. Warga hanya mengamankan pelaku sebelum diserahkan kepada petugas.

"Tidak dihakimi, cuma ditangkap saja lalu diserahkan ke petugas. Informasinya warga Solo," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Soecahyo mengatakan awalnya warga memang sudah mendapat informasi adanya narapidana yang kabur dari Nusakambangan.

Warga kemudian melihat seorang pria yang masih mengenakan pakaian tahanan dan langsung mengamankannya untuk memastikan identitasnya.

"Awalnya warga sudah mendengar ada napi kabur. Kemudian melihat seseorang memakai baju napi, lalu diamankan dan ditanya, ternyata benar narapidana yang melarikan diri," kata Galih.

Warga lalu menghubungi seorang pegawai lapas yang mereka kenal. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke petugas di Nusakambangan hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Petugas yang patroli langsung menyeberang ke lokasi. Polsek Nusakambangan bersama petugas lapas juga datang ke TKP," jelasnya.




(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads