Satresnarkoba Polrestabes Semarang menangkap seorang pria yang diduga sebagai kurir narkoba jenis sabu berinisial ABS. Tiga orang calon pengguna juga ditangkap, termasuk pegawai outsourcing office boy (OB) Pemkab Kendal.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Hankie Fuariputra, mengatakan penangkapan dilakukan di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (19/1/2026) sore. Penangkapan kurir dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB.
"Yang bersangkutan kami amankan di wilayah Pedurungan. Dari pelaku ABS kami temukan barang bukti sabu 20,1 gram dan ekstasi dua butir," kata Hankie saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau barang bukti yang diamankan sementara dari kurir 20,1 gram sabu dan ekstasi 2 butir," lanjutnya.
ABS diketahui merupakan warga Kota Semarang berusia sekitar 25-26 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku telah beberapa kali menjadi kurir narkoba.
"Sudah sudah sering (jual-beli narkoba) katanya, sudah sering. Makanya ini kita masih mau kembangkan lagi ke atasnya lagi. Mudah-mudahan dapat. (Residivis?) Baru kali ini ketangkap," ujarnya.
Usai penangkapan kurir, polisi kemudian melakukan pengembangan. Pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB, petugas mengamankan tiga orang yang diduga akan melakukan transaksi narkoba di Jembatan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur.
Ketiga orang tersebut masing-masing berinisial WS, MTH, dan WSO. Namun, dari ketiganya polisi tidak menemukan barang bukti narkoba.
"Tiga orang ini kita lakukan pengecekan ternyata tidak ada ditemukan barang pada mereka, tapi begitu kita lakukan pemeriksaan pendalaman, sementara kita sampel urin mereka. Jadi satu positif, dua samar-samar. Jadi urinnya kita kirim ke Labfor," urainya.
Hankie menambahkan ketiga orang tersebut sudah saling mengenal, dan berusia sekitar 30-an tahun. Ia membantah isu jika salah satu yang ditangkap adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Kendal.
"Kebetulan satu ini si WS pekerjaannya sebagai outsourcing di kantor pemerintahan Kendal. Kalau tidak salah office boy atau tukang bersih," ujarnya.
"Kedua yang inisial MTH kalau tidak salah pekerjaannya tukang sampah keliling kayaknya di wilayah Semarang. Satunya WSO kalau tidak salah sebagai pemandu operator lagu, karaoke," lanjutnya.
ABS sebagai kurir itu pun kini ditahan di Rutan Polrestabes Semarang dan diproses hukum. Sementara tiga orang yang diduga sebagai pengguna akan diarahkan menjalani Tim Asesment Terpadu (TAT) dan rehabilitasi sesuai Undang-Undang Narkotika.
"Kurir kami tahan dan proses penyidikan lanjut. Untuk pengguna akan kami asesmen dan arahkan ke rehabilitasi," pungkasnya.
(afn/ams)











































