Gendut Pembobol 3 Rumah Kosong di Kendal Diringkus

Gendut Pembobol 3 Rumah Kosong di Kendal Diringkus

Saktyo Dimas R - detikJateng
Senin, 19 Jan 2026 20:02 WIB
Gendut Pembobol 3 Rumah Kosong di Kendal Diringkus
Indarto alias Gendut, maling spesialis pembobol rumah kosong, saat diperiksa di Polsek Sukorejo, Kendal, Senin (19/1/2026). Foto: Saktyo Dimas R/detikJateng
Kendal -

Pria bernama Indarto alias Gendut, warga Desa Weleri, Kecamatan Weleri, Kendal, ditangkap polisi setelah membobol sebuah rumah kosong akhir pekan lalu. Ternyata pelaku juga pernah membobol dua rumah kosong sebelumnya.

Kanit Reskrim Polsek Sukorejo, Aipda Daniel Wewen, menuturkan Indarto dibekuk tim gabungan Resmob Polres Kendal dan Reskrim Polsek Sukorejo. Ia diamankan saat berada di pinggir jalan depan Pasar Weleri.

"Benar, tim gabungan dari Resmob Kendal dan dari anggota Reskrim Polsek Sukorejo telah berhasil mengungkap kasus curat dan mengamankan satu pelakunya. Pelaku ini merupakan spesialis pembobol rumah kosong karena sudah melakukan di dua TKP," kata Daniel Wewen saat ditemui di ruangannya di Mapolsek Sukorejo, Senin (19/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku yang bernama Indarto alias Gendut warga Desa Weleri, Kecamatan Weleri. Pelaku kami amankan saat di pinggiran jalan depan Pasar Weleri," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Daniel menjelaskan, penangkapan Indarto berawal dari kasus curat yang terjadi di rumah warga Desa Selokaton, Kecamatan Sukorejo, Afif Nur Aziz, pada Minggu (18/1) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam peristiwa, korban kehilangan tujuh macam perhiasan yang terdiri dari 4 cincin, 2 gelang dan 1 emas Antam.

"Awal ungkap kasus curat tersebut adanya laporan dari pihak korban bahwa rumahnya telah dibobol dan 7 macam perhiasannya raib dicuri. Kejadiannya Minggu (18/1) pagi, rumah korban berada di Desa Selokaton Kecamatan Sukorejo," jelasnya.

Wewen menerangkan, modus yang digunakan pelaku yakni berpura-pura bertamu ke rumah korban. Karena tidak ada yang menyahut, pelaku lalu mendobrak pintu belakang rumah korban yang hanya dikunci dengan slot.

"Pelaku ini kan tubuhnya gemuk besar, jadi dia manfaatin tubuhnya untuk dobrak pintu belakang rumah korban," ujar Daniel.

Begitu berhasil masuk ke rumah korban, Indarto menggasak seluruh perhiasan beserta surat-suratnya di dalam lemari. Setelah itu, pelaku kabur naik motor.

Namun, aksi pelaku saat kabur dari rumah korban sempat direkam oleh tetangga korban menggunakan kamera ponsel.

"Aksi pelaku saat kabur dari rumah korban dengan menggunakan sepeda motornya sempat direkam tetangga korban dengan kamera ponsel," lanjutnya.

"Kerugian mencapai sekitar Rp 25 juta. Perhitungannya dari 7 perhiasan tersebut," ungkapnya.

Wewen menambahkan, pelaku menjual perhiasan tersebut kepada seseorang di pinggir jalan Pasar Weleri.

"Pelaku lalu menjual barang curian berupa perhiasan kepada seseorang di pinggir jalan pasar Weleri. Total hasil penjualan sebanyak Rp 10 juta yang menurut pengakuan pelaku uangnya untuk bayar utang ke temannya," tambahnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor, helm dan sandal.

"Pelaku saat ini masih di tahanan Polsek Sukorejo. Atas perbuatannya, kami jerat dengan pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya itu maksimal 7 tahun penjara," tegasnya.

Maling di 3 Lokasi

Saat ditanya, Indarto alias Gendut mengaku sudah melakukan aksinya di tiga lokasi, yakni di Desa Kalices Kecamatan Patean, Desa Kebon Gembong Kecamatan Pageruyung, dan di Desa Selokaton Kecamatan Sukorejo.

"Sudah tiga kali ini saya bobol rumah. Pertama itu di Desa Kalices Kecamatan Patean, yang kedua di Desa Kebon Gembong Kecamatan Pageruyung, dan terakhir ini di Desa Selokaton Kecamatan Sukorejo," ujarnya.

"Saya waktu itu pura-pura bertamu, saya ketuk beberapa kali tidak ada yang menyahut. Saya kerja sendiri," kata pelaku kepada detikJateng di Mapolsek Sukorejo.

Setelah tidak ada yang menyahut, dia yakin rumah dalam kondisi kosong. Jadi, dirinya berjalan ke belakang rumah dan mendobrak pintu belakang.

"Saya terus jalan ke belakang dan ada pintu belakang. Lalu saya dobrak pintu belakang," jelasnya.

Indarto menerangkan mengambil semua perhiasan yang ada di dalam lemari dan kabur ke Weleri.

Dikatakannya, semua perhiasan curiannya dijual ke orang yang tidak dikenalnya di depan Pasar Weleri dengan harga Rp 10 juta.

"Saya jual semuanya ke orang lain tapi saya tidak kenal. Saya ketemu di depan Pasar Weleri dan saya jual dengan harga Rp 10 juta," tambahnya

Hasil penjualan, Indarto gunakan untuk membayar utang-utangnya kepada temannya sebanyak Rp 10 juta.

"Uangnya saya gunakan buat bayar utang ke teman," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads