Seorang pria jadi sasaran amukan warga di Pasar Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang karena diduga hendak mencium seorang pembeli perempuan. Pria bernama Gendro (35) itu rupanya merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Lurah Peterongan, Ermawati mengatakan, pelaku telah dibawa ke RSJD Among Jiwo. Pihak keluarga pelaku dan korban sudah menjalani mediasi yang difasilitasi Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantib) Kelurahan Peterongan.
"Sudah ditindak lanjuti sama Kasi Trantib kami, dimediasi sama keluarganya. Kemudian tadi malam dibawa ke UPTD Among Jiwo, karena stres," kata Erma saat dihubungi detikJateng, Kamis (31/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pelaku ODGJ?) Iya. (Sering berkeliaran di Peterongan?) Iya. Kadang-kadang minta-minta, kadang cari rongsok, kalau nggak ada rongsok ya maling," lanjutnya.
Adapun, peristiwa terjadi Rabu (30/12) sore. Ia mengaku tak mengetahui kejadian itu secara pasti. Ia hanya mengetahui bahwa pelaku melakukan tindakan pelecehan seksual.
"Saya ditelepon sama Karangtaruna, lagi belanja di Pasar Peterongan belakang. Bilang 'Bu lurah ini ada kejadian, ada seseorang itu pelecehan seksual'," jelasnya.
"Pelaku memegang atau mencium pastinya saya tidak tahu. Saya tanya Pak RT katanya ada orang melakukan pelecehan seksual," lanjutnya.
Tak hanya melakukan pelecehan seksual kepada pembeli, pelaku juga disebut pernah mencuri ayam dan sepeda. Pelaku pun sudah sempat dibawa ke Polsek Semarang Selatan.
"Katanya sebelumnya juga sudah pernah maling sepeda dua kali, terus maling ayam," ujarnya.
Sebelumnya, salah satu pedagang Pasar Peterongan yang juga merupakan saksi mata, Daliyem (72) menceritakan insiden yang terjadi di sekitar tempat berjualannya.
"Kejadian jam 18.00 WIB sore, terus diundangke polisi. Kurang ajar bocahe, lah arep numpak motor malah mau diambung (korban mau naik motor malah dicium), ya jengkel to ya wong perawan," kata Daliyem kepada detikJateng di Pasar Peterongan, Kamis (31/12/2025).
Ia mengatakan, saat itu para pedagang kebanyakan sudah pulang. Warga yang mendengar korban berteriak lantas langsung menuju sumber suara.
"Mas e (pelaku) ditutuki karo (dipukul pakai) kayu, ya Allah gusti. Ditutuki di tangga. Kurang ajar wong lanang kui (laki-laki itu). Langsung digowo (dibawa) polisi," jelasnya.
Ia mengaku kerap melihat pelaku berkeliaran di pasar. Tapi ia tak mengetahui latar belakang pelaku.
"Wong njaluk-njaluk (tukang minta). Saben dina weruh (setiap hari lihat), ngambili tahu, minta duit. (Orang sini?) Nggak tahu. (Stress?) Nggak tahu. Minta-minta sama bawa karung," ujarnya.
(afn/ahr)











































