Beredar Video Oknum TNI Pukul Istri, Kodam Diponegoro Angkat Bicara

Beredar Video Oknum TNI Pukul Istri, Kodam Diponegoro Angkat Bicara

Angling Adhitya Purbaya - detikJateng
Kamis, 01 Des 2022 14:29 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi kekerasan terhadap wanita. (Foto: iStock)
Semarang -

Video seorang oknum anggota TNI disebut menganiaya istri di depan anaknya beredar di media sosial. Kodam IV/Diponegoro menyebut oknum tersebut sudah diproses.

Dalam video yang diposting akun TikTok @ang*** terlihat laki-laki dan perempuan cekcok di sebuah rumah dan dilihat seorang anak perempuan. Tidak diperlihatkan adegan penganiayaan namun di akhir video tampak polisi membawa perempuan itu di rumah sakit.

Tidak terdengar jelas apa yang dibicarakan namun pria yang ada dalam video sempat menghardik agar tidak merekam. Sempat terdengar juga suara takbiran. Video itu juga bertuliskan narasi:


"Sangat memalukan seorang anggota TNI sersan 2 bernama Lutfi kesatuan Ajendam IV Diponegoro tega menganiaya istrinya yg hamil jln 4 bln. Sang suami mengancam mau mbunuh sg istri & perlakuan tsb diketahui ddepan mata anak perempuannya dan sudah 3 bulan sang istri tidak dinafkahi lahir & batin Karena dia sdh suka dg wanita lain yg ada di Tempat maksiat seperti itu," tulis keterangan di video yang diunggah pada Kamis (1/12/2022) dini hari.

"Sehingga mencoreng nama baik TNI angkatan darat. Mohon kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Bpk Letjen Dudung Abdurachman Dan Panglima TNI AD Bpk Jenderal Andika Perkasa selaku panglima TNI untuk menindak lanjuti / minta keadilan yg seadil-adilnya kpd anggota tersebut yg sdh mencemarkan & mencoreng institusi nama baik anggota TNI AD," imbuh keterangan itu.

Kemudian video beralih ke mobil pikap yang membawa barang-barang pergi diiringi suara anak kecil histeris dan berteriak "jahat". Kemudian di akhir video diperlihatkan polisi membawa perempuan di selasar rumah sakit dan diakhiri foto perempuan yang memejamkan mata.

"Setelah melakukan pemukulan sang istri tdk sadarkan diri dan dtolong oleh anggota polisi," tulis keterangan itu.

Saat dimintai konfirmasi, Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Bambang Hermanto mengatakan kasus itu terjadi Juli lalu dan kini sudah diproses Oditur Militer.

"Pada tanggal 20 Juli 2022 lalu oleh Denpom IV/3 Salatiga berkas perkara KDRT yang diduga dilakukan Serda Luthfie Puguh Baihaqie tersebut telah dilimpahkan ke Odmil II-9 Semarang dan Papera," kata Bambang dalam keterangannya, Kamis (1/12).

Ia menjelaskan sesuai Keputusan Pangdam IV/Dip Nomor Kep/511/X/2022 tanggal 31 Oktober 2022, perkara KDRT tersangka Serda Luthfie Baehaqie yang merupakan anggota Ajendam IV/Dippnegoro telah diserahkan ke Pengadilan Militer II-10 Semarang untuk diproses secara hukum pidana.

"Saat ini perkara KDRT tersangka Serda Luthfie Baehaqie, Ba Ajendam IV/Dip, masih menunggu sidang di Dilmil II-10 Semarang," jelasnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya....